Breaking News:

Tribun Palopo

Larangan Mudik, Warga yang Bekerja di Luar Palopo Harus Tunjukkan Surat Tugas

Tak terkecuali di Kota Palopo. Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas mengatakan pihaknya akan melakukan penjagaan ketat di pintu masuk perbatasan.

TRIBUN TIMUR/ARWIN
Rapat koordinasi membahas Operasi Ketupat 2021 dan larangan mudik, di Mapolres Palopo, Rabu (28/4/21). 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Pemerintah telah mengeluarkan aturan larangan mudik tahun 2021 atau Ramadhan 1442 Hijriyah.

Hal itu ia sesuai dengan Surat Edaran Satgas Covid-19 dan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam vicon, Rabu (21/4/2021) lalu.

Tak terkecuali di Kota Palopo. Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas mengatakan pihaknya akan melakukan penjagaan ketat di pintu masuk perbatasan.

Penjagaan ini mulai berlaku 6 Mei sampai 17 Mei 2021  atau tepatnya pada Operasi Ketupat 2021.

Sanksinya tak main-main, para pemudik yang nekat, akan diminta putar balik.

AKBP ALfian Nurnas dalam rapat koordinasi dengan instansi terkait, Rabu (28/4/21) menegaskan bila ada warga Palopo yang bekerja di luar daerah, misalkan di Kabupaten Luwu atau Lutra, akan dilakukan pemeriksaan.

Mereka dibolehkan lewat jika memegang surat tugas dari kantor.

Bila ada yang bekerja di luar kota akan kita komunikasikan sebaik baiknya. Bila perlu yang bekerja di kabupaten Luwu tetap harus menunjukkan surat tugas dari pimpinannya termasuk ASN ataupun karyawan Swasta," kata Alfian di Mapolres Palopo.

Dalam pelaksanaan penjagaan pos batas, Alfian menekankan kepada anggotanya untuk tertib dan selektif dalam penghentian kendaraan.

"Agar personel yang jaga di pos supaya lebih selektif dalam penghentian kendaraan agar tidak menimbulkan penumpukan kendaraan yang bisa mengakibatkan kemacetan," ujar Alfian.

Dalam pelaksanaan operasi ini akan disiapkan barikade atau traffic cone di sepanjang jalur atau pos yang ditentukan agar kendaraan yang melintas mengurangi kecepatan.

"Peniadaan mudik dari tanggal 06 mei 2021 sampai 17 mei 2021 akan lebih diperketat sesuai aturan yang berlaku," tegas Alfian.

Dalam rapat koordinasi tadi, Sekkot Palopo, Firmanza DP menyebutkan Pemkot Palopo telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk larangan mudik kepada ASN.

Sekaligus juga diberikan imbauan kepada keluarga ASN untuk penundaan mudik.

"Pemkot Palopo juga akan mengaktifkan kembali pos di kelurahan bekerjasama dengan babinsa dan babinkamtibmas untuk mendeteksi masyarakat yang datang dari luar kota," kata Firmanza.

Penulis: Arwin Ahmad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved