Penanganan Covid

Setelah Sepekan Nol Kasus Covid-19, Kini Muncul Kasus Baru di Kabupaten Wajo

Setelah sepekan nol kasus virus corona atau Covid-29 di Kabupaten Wajo, kini muncul kasus baru, Selasa (27/4/2021).

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Safaruddin. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Setelah sepekan nol kasus virus corona atau Covid-29 di Kabupaten Wajo, kini muncul kasus baru, Selasa (27/4/2021).

Tercatat, ada salah seorang warga Kecamatan Sabbangparu yang terpapar virus Covid-19 dan mesti dirawat di RSUD Lamaddukelleng Sengkang.

"Per hari ini, ada satu kasus baru ditemukan. Warga Sabbangparu dan kini dirawat," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo, Safaruddin.

Safar menambahkan, bahwa pasien tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan luar daerah yang memungkinkannya terpapar virus corona.

"Saat dimintai keterangannya, pasien mengaku tidak memiliki riwayat perjalanan. Saat ini pasien dirawat inap di rumah sakit," katanya.

Untuk memastikan riwayat kontak yang bersangkutan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wajo pun melakukan pelacakan jejak kontak pasien.

Sejauh ini, sebaran Covid-19 di Kabupaten Wajo sudah mencapai 787 orang.

Dengan rincian, 766 orang telah dinyatakan sembuh, 20 orang telah meninggal dunia, dan 1 orang dalam perawatan

"Pemerintah senantiasa berupaya melindungi masyarakat agar tidak terpapar virus corona. Upaya-upaya yang dilakukan saat ini semata-mata untuk melindungi kita semua, agar kita bisa keluar dari keadaan pandemi ini dengan selamat," katanya.

Kabid Humas Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Kabupaten Wajo itu juga mengingatkan, termasuk pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

"Insya Allah, demi kelancaran dan keamanan proses beribadah kita, aturan-aturan yang dibuat pemerintah mohon diindahkan. Kita tidak ingin ada kluster baru dan penyebaran virus ini tidak terkendali," sambungnya.

Masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M dalam beraktivitas.

Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Salah satu upaya pemerintah menekan laju penyebaran Covid-19 yakni dengan vaksinasi dan juga yang teranyar yakni membatasi aktivitas pulang kampung atau mudik masyarakat.

Pengetatan mobilitas tersebut tertuang dalam Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Ramadan 1442 H.

Isinya mengatur pengetatan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021). (*)

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribun-timur.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved