Munarman Ditangkap Densus 88

Masih Ingat? Detik-detik Munarman Siram Teh ke Wajah Pengamat saat Debat TV One, Video Viral Lagi

Video Munarman siram teh viral lagi setelah mantan Sekretaris Habib Rizieq Shihab di FPI Munarman Ditangkap Densus 88

Editor: Mansur AM
net
Video detik-detik Munarman siram air wajah pengamat di TV One 

"Saya memang melakukan itu karena argumentasinya sudah di luar konteks. Saya anggap dia itu intelektual sampah," kata Munarman saat dimintai tanggapannya, seperti dilansir Kompas.com.

Hanya, Munarman mengatakan, dirinya akan mempertanggungjawabkan tindakannya tersebut.

Dia mengaku siap bila masalah tersebut diperpanjang sampai ke ranah hukum.

"Saya akan ladeni dia, saya tidak takut. Karena dalam diskusi itu, argumentasinya ngawur. Makanya, dia saya sebut intelektual sampah," tegas Munarman lagi.

Enggan Lapor Polisi

Tamrin Amal Tomagola enggan memperpanjang masalah tersebut ke ranah hukum.

Guru Besar Sosiologi UI itu mengaku banyak dorongan untuk melaporkan Munarman ke polisi.

Namun, Tamrin mengaku tidak mau melayani preman.

"Saya enggak akan melanjutkan. Banyak yang mengusulkan. Istri saya minta saya melaporkan ke polisi, begitu juga keluarga di kampung saya, harus hajar, lipat dia. Saya bilang, kalau saya tanggapi dengan kekerasan, saya sama dengan dia, preman. Saya enggak mau melayani preman," kata Tamrin, dilansir Kompas.com.

Tanggapan Komnas HAM dan KontraS

Terkait insiden Munarman siram air ke wajah Tamrin Amal Tomagola, Komnas HAM menilai, Munarman tidak siap untuk berdemokrasi.

"Ini menunjukkan kalau dia (Munarman) tidak siap untuk berdemokrasi," kata Komisioner Bidang Koordinasi Sub Komisi Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Roichatul Aswidah, di Kantor Komnas HAM, Jumat (28/6/2013), dilansir Kompas.com.

Akan tetapi, Roichatul tidak dapat memberikan komentar lebih dalam atas aksi penyiraman tersebut karena ini merupakan permasalahan personal yang tidak masuk ke dalam permasalahan lembaganya.

Namun menurutnya, kecenderungan tindak kekerasan di Indonesia sudah saatnya harus dihentikan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved