Tribun Polman

Antisipasi Warga Mudik Lebaran, Puluhan Polisi Disiagakan di Perbatasan Polman - Pinrang

Tim Gabungan Kepolisian Resor Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), disiagakan di pintu masuk perbatasan Polewali Mandar

Penulis: Hasan Basri | Editor: Sudirman
ist
Tim Gabungan Kepolisian Resor Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) disiagakan di pintu masuk perbatasan Polewali Mandar - Kabupaten Pinrang 

TRIBUN - TIMUR. COM, POLMAN -- Tim Gabungan Kepolisian Resor Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), disiagakan di pintu masuk perbatasan Polewali Mandar - Kabupaten Pinrang.

Penjagaan itu untuk mengantisipasi kedatangan warga yang melakukan mudik lebaran di masa pandemi Covid 19.

"Untuk Kepolisian ada 27 orang kita siagakan di perbatasan, " kata Kasat Lantas Polres Polman AKP AKP Adriyan Fredrick, Rabu (28/4/2021).

Puluhan personil diturunkan dari berbagai satuan, mulai satuan lalulintas hingga Sabhara.

Mereka akan siaga di posko perbatasan untuk memeriksa setiap pengendara yang masuk maupun ke luar dari Polewali Mandar.

Bagi warga tidak membawa surat-surat yang disyaratkan untuk memasuki wilayah, bakal disuruh putar balik.

Saat ini kegiatan penyekatan masih longgar, dimana pengendara dan penumpang cukup membawa surat bebas Covid-19.

Namun kebijakan tersebut akan berubah total pada mulai 6 Mei 2021, dimana seluruh moda transportasi dilarang.

Selain di Polewali Mandar, larangan mudik juga diberlakukan di wilayah Majene.

"Sesuai dengan rapat Forkopimda kita telah bersepakat kita ikuti seperti apa ketentuan pusat. Demi menghambat penyebaran Covid, kita juga berlakukan di Majene, " ujar Bupati Majene Lukman.

Dalam hasil keputusan itu, pemberlakuan larangan mudik dibagi dalam tiga fase.

Pertama melakukan pengetatan mobilitas jelang peniadaan mulai 25 Apri sampai 5 Mei 2021.

Kemudian fase kedua  adalah peniadaan mudik pada 6 Mei  sampai 17 Mei .

Ketiga pasca masa peniadaan mudik (6 Mei 2021 sampai dengan 17 Mei 2021) kembali diberlakukan fase pengetatan.

Pengetatan dimaksud adalah llaku perjalanan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid tes antigen yang sampelnya

"Ada persyaratannya, mereka harus mampu memperlihatkan hasil rapid test antingennya dan lain lain, " ujarnya

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved