Breaking News:

Tribun Bone

Soal Larangan Mudik, Andi Fahsar Padjalangi: Tidak Sembarangan, Ada Aturannya

Soal Larangan Mudik, Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi: Tidak Sembarangan, Ada Aturannya

TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI ANWAR
Pemeriksaan di posko perbatasan Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menegaskan masyarakat yang ingin mudik Idulfitri 1442 Hijriah/2021 Masehi harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Ada aturannya. Ada orang mau mudik, tidak sembarangan mudik, mau masuk harus ada izin," tegasnya, Selasa (27/4/2021).

"Jangan dikaku-kakuin, jangan juga diperketat," ujarnya.

Ditanya soal mendirikan posko di perbatasan, Ketua Satgas Covid-19 Bone ini mengatakan masih akan melihatnya. Sebab, pasti ada konsekuensi biaya.

"Kalau harus dibuat, kita buat. Ini kan belum ada yang jalan. Belum ada edaran juga, termasuk edaran dari Plt gubernur Sulsel," bebernya.

Sementara Juru Bicara Penanganan Covid-19 Bone, Yusuf menjelaskan aturan peniadaan mudik tetap berlaku mulai 6-17 Mei 2021. 

Aturan ini berlaku di seluruh Indonesia, terutama di pintu perlintasan seperti bandara, pelabuhan dan terminal.

"Kalau rentang waktu 6 sampai 17 Mei memang tidak ada kegiatan mudik," jelasnya.

Sedangkan rentan waktu 22 April hingga 5 Mei dan 17 Mei hingga 24 Mei berlaku pengetatan persyaratan pelaku perjalanan.

"Rentang waktu itu dilakukan pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dengan pemeriksaan swab anti gen dan PCR yang berlaku 1 kali 24 jam," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved