Tribun Mamasa

Pelaku Pencabulan di Messawa Mamasa Juga Dikenakan Sanksi Adat

pelaku pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulbar, juga dikenakan sanksi adat.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/SEMUEL
Pemangku adat kecamatan messawa, Pasamboan Pangloli 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Pelaku pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulbar, juga dikenakan sanksi adat.

Pemangku Adat Kecamatan Messawa, Tomakaka Pasamboan Pangloli mengatakan, meskipun pelaku bukan merupakan penduduk asli Messawa, namun pada saat melakukan aksi bejatnya berada di wilayah adat Messawa.

Sehingga wajib dikenakan sanksi adat sesuai kebiasaan masyarakat setempat.

"Ini juga sudah sesuai ketentuan Perda dimana seseorang melakukan kejahatan, maka wajib dikenakan sanksi adat sesuai hukum adat di wilayah itu," jelasnya, Selasa (27/4/2021).

"Karena sudah ada penegak hukum, maka hukuman mati diganti dengan sanksi di pali'," kata Pasamboan.

Adapun sanksi di Pali yaitu, tersangka diusir dari kampung dan tidak diperkenankan lagi menginjakkan kaki di kampung itu.

Selain di pali, pemangku adat juga diwajibkan membersihkan kampung yang disebut usseroi lembang.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto menerangkan, pelaku diamankan setelah dilaporkan telah mencabuli tiga orang anak yang masih di bawah umur.

Pencabulan dilakukan tersangka berawal pada akhir Desember 2020 dan bulan Februari 2021.

Sebelum ditangkap, tersangka sempat bersembunyi di Orobua, Kecamatan Sesenapadang.

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban maupun keluarga korban, kami langsung melakukan penangkapan. Pelaku ditangkap di Orobua," terang Dedi.

Selain pelaku, ia juga mengamankan barang bukti berupa baju dan celana yang dikenakan tersangka saat melakukan aksi bejatnya.

Pelaku mencabuli tiga korban masing-masing berusia Bunga (samaran) 5 Tahun yang telah disetubuhi 2 kali.

Sementara Mawar (samaran) 6 tahun dan Melati 17 tahun hanya diraba-raba anggota tubuh korban.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Laporan wartawan @sammy_rexta

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved