Breaking News:

Mukjam Ramadan

Waidza Saalaka Ibadi; Kisah Titip Salam Allah untuk Menjawab Keraguan Istri Nabi Muhammad

PUASA (bukan Puasa Ramadan) adalah titah Langit tertua di muka bumi, setelah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Editor: Sakinah Sudin
Istimewa
Ilustrasi. 

Kalau puasa juga bermakna ujian "gagal" Adam dan Hawa menahan perintah mendekati pohon Huldi, maka perintah ini juga (telah) ada di Surga.

Nah, itulah kenapa syaitan dan iblis juga didefinisikan sebagai godaan hawa nafsu agar manusia selalu dalam keragu-raguan iman.

*

Dan, bertanya adalah bentuk paling nyata dari keraguan. Setidaknya begitu "fatsun" filsafat ilmu.

Penggalan awal Ayat ke-186 surah Albaqarah;ً Wa idza saalaka Ibadi ( وإذا سألك عبادى)؛ dan apabila (ada) hamba-hambaKu bertanya adalah bukti bahwa "keraguan" tidak pilih siapa!

Ya, termasuk Ummul Mukminin, Sitti Aisyah binti Abubakar Radhiallahu Anha (614-678 M)

‎وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِى وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ
::
:;; Dan apabila (ada) hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (QS 2;186)

Ayat ke-3 dari 5 ayat perintah puasa ini "disisipkan" setelah perintah spesifik ibadah Puasa Ramadan (... شهر الرمضان) ayat 185.

Konteks turunnya (azbabun nuzul) ayat "keraguan" ini diceritakan diriwayatkan salah satunya adalah keraguan Sang Istri Nabi.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya, mengutip beberapa riwayat azababun nuzul ayat ini juga menyebut itu adalah pertanyaan orang Badui, dan beberapa sahabat lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved