Breaking News:

UNM

Tinjau Lokasi PKM di Moncongloe Bulu, Dosen UNM Dapat Respon Positif dari Kades

Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM), meninjau langsung lokasi yang akan menjadi sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di desa Moncongloe

ist
Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM), meninjau langsung lokasi yang akan menjadi sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di desa Moncongloe Bulu, Kabupaten Maros, Jumat (23/4/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM), meninjau langsung lokasi yang akan menjadi sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di desa Moncongloe Bulu, Kabupaten Maros, Jumat (23/4/2021).

PKM di desa Moncongloe ini dilakukan oleh dua orang dosen dari UNM.

Yakni Dosen Bahasa Indonesia Dr Mahmudah MHum dan dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dr Slamet Widodo, SpPd, MKes.

Termasuk beberapa mahasiswa dari program studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Psikologi, dan Pasca Sarjana UNM.

Pengabdian kali ini menerapkan peraturan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 754/P/2020 tentang indikator kinerja utama pengurus tinggi negeri dan lembaga layanan pendidikan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020.

Bertujuan untuk mencapai tiga dari delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Adapun IKU UNM untuk dosen yaitu IKU 3 (dalam bentuk kegiatan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) dan IKU 5 (berupa karya rujukan/pedoman atau guidelines).

Sementara IKU 2 untuk mahasiswa (berupa pengabdian kepada masyarakat atau proyek sosial untuk pemberdayaan masyarakat di pedesaan dan dosen di luar kampus).

Saat meninjau lokasi, Tim PKM UNM di dampingi Kepala Desa (Kades) Moncongloe Bulu, Muhammad Tahir.

Muhammad Tahir menyambut baik kedatangan tim. Termasuk memberi respon positif mengenai program PKM ini.

“Saya sangat senang atas program PKM ini karena dapat membangun dan memproduktifkan desa kami. Maka dari itu, saya berharap kedatangan semuanya dapat memberikan terobosan yang baru dan berbeda daripada yang lain,” katanya.

Desa Moncongloe Bulu terpilih sebagai tempat pengabdian lantaran memiliki potensi yang belum dikelola, khususnya tanaman jagung dan ubi.

"Selain itu, masyarakat sebagian besar pekebun yang dikategorikan kurang produktif dan banyak keluarga prasejahtera (penerima bantuan covid),” ujar Dosen PKK Slamet Widodo.

Mahmudah menyebut PKM ini melibatkan beberapa mahasiswa dari jenjang dan program studi yang berbeda, dengan harapan agar mereka dapat mengambil peran sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka geluti.

"Saya memilih Desa Moncongloe Bulu sebagai tempat pengabdian karena sumber daya alamnya melimpah, namun pemberdayaan masyarakatnya belum optimal," pungkasnya saat dikonfirmasi Tribun Timur, Minggu (25/3/2021).

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved