Breaking News:

Tribun Kampus

Dua Mahasiswi UIN Alauddin Terpilih Jadi Penerima Scholarship 2021 Batch Pertama

Dua Mahasiswi UIN Alauddin Terpilih Jadi Penerima Scholarship 2021 Batch Pertama

ist
Dua Mahasiswa bidang Studi Agama Islam UIN Alauddin Makassar Firdayanti dan Nita Amriani, berkesempatan menjadi bagian dari penerima Bersama Scholarship 2021 batch Pertama. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua mahasiswa bidang Studi Agama Islam UIN Alauddin Makassar Firdayanti dan Nita Amriani, berkesempatan menjadi bagian dari penerima Bersama Scholarship 2021 batch Pertama.

Mereka terpilih karena tulisan mereka terkait isu agama dan sosial, dianggap layak dan mendukung nilai keberagaman.

Hal inilah yang menjadi salah satu kajian bersama Institute for Interfaith Encounter and Religious Literacy.

Nita diketahui menduduki semester enam saat menulis bagaimana peran agama semasa pandemi.

Dalam tulisannya, Nita menyebutkan bahwa tokoh agama dianggap memiliki peran penting dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Dalam kajian tersebut, kita  memberi pengaruh besar dalam pembentukan tindakan sosial, selain itu dalam struktur masyarakat tertentu posisi tokoh agama dinobatkan sebagai pusat otoritas dan mempunyai kewenangan mutlak atas interpretasi ajaran-ajaran agama," ujarnya saat dikonfirmasi kembali, Minggu (25/4/2021).

Firdayanti yang kini sudah semester empat, menjelaskan tentang bagaimana anak muda sebagai pelopor perdamaian dunia.

Menurutnya, di tengah kemajemukan ini, generasi milenial harus memperbanyak kegiatan dialog dalam komunitas keagamaan, baik secara online maupun offline.

"Kita harus bisa memanfaatkan media sosial dengan harapan, komunitas lintas agama bisa hidup berdampingan dengan perdamaian," tuturnya.

Ke depannya, Institute akan lebih fokus pada upaya mendorong perjumpaan lintas iman di kalangan anak muda serta penguatan literasi agama.

Bersama Scholarship adalah salah satu upaya mendukung kampanye semangat perjumpaan di kalangan anak muda.

Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa atas bantuan dari para pendonor yang percaya pada semangat kebersamaan, keberagaman dan kemanusiaan.

Selain itu, negara ini terwujud dari sejumlah suku bangsa yang semula merupakan masyarakat yang berdiri sendiri, dan mendukung kebudayaan yang beraneka ragam itu perlu diperkokoh dengan kerangka acuan yang bersifat nasional, yaitu kebudayaan nasional.

Kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan yang mampu memberi makna bagi kehidupan berbangsa dan berkepribadian, akan dapat dibanggakan sebagai identitas nasional.(*)

Penulis: Dian Amelia
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved