Breaking News:

Mukjam Ramadan

WALITUKAMMILU; Ajakan Kesempurnaan Ibadah Umat Muhammad di Bulan Ramadan

KAMPUNG Namirah, Jumat, 8 Dzulhijjah 10 Hijriyah (632 Masehi) adalah momen mengharukan sekaligus menyempurnakan dalam sejarah Islam.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/THAMZIL THAHIR
Ilustrasi 

Wallahu a'lam bi shawab.

Seperti uraian si serial Muljam Ramadan 11 (walitukabbiru), kata walitukammilu juga bentuk keinginan Allah melihat hamba-Nya taat mengikuti semua ketentuan bulan Ramadan, agar mereka menjadi manusia taqwa yang bersyukur.

Oleh Abu Hayyan Algarnaty (654 H - 745 H),, ahli nahwu, qiraat sekaligus mufassir ternama kelahiran Andalusia, mengungkapkan; penggalan kalimat walitukmilul iddata dan walitukabbirul Allah, tak bisa diurai secara harfiah dan lughawi saja;

Tak ada I'rabnya, itu kalimat dari Allah yang diturunkan khusus di bulan Ramadan.

Dalam master piece 8 jilidnya; al Bahrul Muhit, Abu Hayyan, hanya mengumpakan penggunaan kalimat itu, seperti batang kayu yang masih bertunas meski sudah berbuah lebat dan manis.(*)

Ambon, 24 April 2021

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved