Breaking News:

Khazanah Islam

Hukum Orang Bersedekah Tapi Punya Utang, Mana Didahulukan? Simak Penjelasan Ustaz Sebelum Menyesal

Hukum orang bersedekah tapi punya utang, mana didahulukan bayar utang atau sedekah?. Simak penjelasan ustaz sebelum menyesal

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi utang- Hukum orang bersedekah tapi punya utang, mana didahulukan bayar utang atau sedekah?. Simak penjelasan ustaz sebelum menyesal 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah umat manusia belum bisa melepaskan dirinya dari hutang piutang.

Bahkan hutang bisa melekat pada diri sesesorang dalam jangka waktu yang cukup lama.

Namun demikian, ternyata tak sedikit dari orang yang punya hutang ini membayar zakat atau juga bersedekah.

Bolehkah bersedekah jika masih mempunyai utang?.

Mana yang lebih utama, bersedekah atau membayar utang?

Berikut jawaban dari Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D:

Menurut pandangan para ulama fiqih mazhab Syafi’i, bersedekah ketika masih memiliki tanggungan utang adalah menyalahi kesunnahan, bahkan tindakan tersebut bisa menjadi haram ketika utang hanya bisa lunas dari harta tersebut atau utang tidak mungkin akan terlunasi dari harta yang lain, seandainya ia bersedekah dengan harta itu.

Dalam hal ini, Syekh Khatib asy-Syirbini menjelaskan: “Seseorang yang memiliki utang atau ia tidak punya utang namun berkewajiban menafkahi orang lain, maka disunnahkan baginya untuk tidak bersedekah sampai ia membayar tanggungan yang wajib baginya. Sebab bersedekah tanpa (disertai) membayar tanggungannya adalah menyalahi kesunnahan.

Aku berkata. 'Menurut pendapat ashah (yang kuat) haram menyedekahkan harta yang ia butuhkan untuk menafkahi orang yang wajib dinafkahinya, atau menyedekahkan harta yang ia butuhkan untuk menafkahi dirinya sendiri, sedangkan ia tidak tahan untuk menghadapi kondisi hidup yang mendesak itu, atau harta tersebut ia butuhkan untuk membayar utang yang tidak dapat diharapkan untuk dapat dilunasi (dari harta yang lainnya) seandainya ia bersedekah,” (Syekh Khatib Asy-Syirbini, Mughni al-Muhtaj, juz 3, hal. 122).

Berbeda halnya ketika masih diharapkan lunasnya utang dari harta yang lain, maka boleh baginya untuk bersedekah, selama tagihan utangnya belum jatuh tempo pembayaran. Beliau (Syekh Khatib asy-Syirbini) melanjutkan: “Diwajibkannya mendahulukan membayar utang, sebab membayar utang adalah hal yang wajib, maka harus didahulukan dari perkara yang sunnah.

Halaman
12
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved