Breaking News:

Tribun Tana Toraja

Disadap secara Brutal, Ratusan Pohon Pinus di Tando-tando Tana Toraja Terancam Mati

Dampak penyadapan yang terbilang brutal ini membuat pohon pinus mulai mengering bahkan ada yang sampai patah

TRIBUN TIMUR/TOMY PASERU
Kondisi pohon-pohon pinus di HPT Tando-Tando Tana Toraja Akibat Sadapan brutal, Kamis (22/4/2021) 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE - Ratusan pohon pinus yang berada di puluhan hektar hutan produksi terbatas (HPT) Tando-tando, Lembang (Desa) Pakala, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, dirusak.

Di kawasan tersebut terdapat aktifitas penyadapan getah pohon pinus. 

Sayangnya, penyadapan yang dilakukan tidak memperhatikan standar operasional prosedur (SOP)  sehingga mengancam keberlangsungan hidup pohon pinus.

Pantauan Tribun Timur Rabu (22/4/2021), hampir di setiap pohon, koakan (sadapan) terlalu lebar. 

Begitupula kedalaman, ketinggian dan jarak koakan yang melampaui batas. 

Dampak penyadapan yang terbilang brutal ini membuat pohon pinus mulai mengering bahkan ada yang sampai patah akibat koakan yang terlalu dalam.

Sejumlah polisi hutan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang I Tana Toraja telah memantau lokasi tersebut. 

"Untuk saat ini kita hanya buat laporan ke pimpinan, apa yang menjadi catatan-catatan di lokasi ini, nanti beliau yang putuskan ada pelanggaran atau tidak," kata Piter Lumme, Polhut KPH Saddang I Tana Toraja

Namun, sejumlah pihak menilai, kondisi tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan yang ketat dari KPH. 

Khususnya dalam pengawasan tentang ijin pengelolaan kawasan hutan.

Untuk diketahui, penyadapan pohon pinus di Tando-Tando dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan Salumalino. 

Getah pohon pinus dipanen satu kali dalam sepekan. Per kilonya dijual kepada pengepul dengan kisaran harga Rp 7.000 hingga 8.000 rupiah. 

Getah pohon pinus memiliki banyak manfaat. Baik bagi kesehatan dengan dijadikan campuran obat maupun untuk dunia industri. 

Seperti menjadi bahan baku pembuatan cat, pelapis ban bagian luar, bahan baku plastik, bahan baku sabun dan juga bahan baku lem. 

Bahkan dengan menghirup aroma dari pohon atau getah pinus dapat membantu meredakan stres.

Penulis: Tommy Paseru
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved