Breaking News:

Tribun Mamasa

Pembangunan Pasar Lakahang Mangkrak, Kajari Mamasa Periksa Kadis Koperindag

Kejaksaan Negeri Mamasa telah memeriksa sejumlah pihak terkait mangkraknya pembangunan pasar Lakahang di Kecamatan Tabulahan.

TRIBUN-TIMUR.COM/SEMUEL
Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa, Erianto L Paundanan 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Kejaksaan Negeri Mamasa telah memeriksa sejumlah pihak terkait mangkraknya pembangunan pasar Lakahang di Kecamatan Tabulahan, Mamasa, Sulawesi Barat.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negari Mamasa, Erianto L Paundanan saat dikonfirmasi di Kantor Bupati Mamasa, Kamis (22/4/2021) siang tadi.

Dia menjelaskan, pihaknya telah memanggil Plt kepala dinas yang menjabat saat ini beserta kepala bidang di Dinas Koperindag Mamasa, beberapa hari lalu.

Selain itu, ia juga bakal memanggil kepala Dinas Koperindag yang menjabat saat pengerjaan Pasar Lakahang yang dikerjakan pada akhir Tahun 2019, dengan anggaran Rp 4,5 miliar.

"Kita jadwalkan hari ini kita panggil kepala dinas yang menjabat saat itu," bebernya.

Pemanggilan itu masih sebatas dimintai keterangan terhadap penyebab mangkraknya pembangunan Pasar Lakahang.

"Hari ini kita panggil kepala dinas yang menjabat saat itu, kita juga akan panggil pihak rekanan," katanya siang tadi.

"Kita jadwalkan akan memanggil pihak konsultan, termasuk bendaharanya sementara diperiksa sekarang," tambahnya.

Selain memanggil sejumlah pihak terkait, Kejaksaan Negeri Mamasa juga telah meninjau pembangunan Pasar Lakahang.

Menurutnya, dari hasil peninjauan, konstruksi pembangunan pasar Lakahang belum selesai 100 persen.

"Secara kasat mata memang belum selesai," jelasnya.

Diakui Erianto, pembangunan Pasar Lakahang belum tuntas disebabkan adanya pemutusan kontrak dari pihak dinas.

"Informasi yang kami peroleh dari pihak terkait, ada pemutusan kontrak dari Dinas Koperindag," akunya.

Terkait volume pekerjaan saat ini dan anggaran yang telah dicairkan pihak kontraktor, Erianto mengaku belum mengetahui pasti.

"Intinya kita peroleh informasi bahwa pekerjaan itu tidak sesuai kontrak dan ada pemutusan kontrak," katanya.(*)

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved