Breaking News:

Tribun Ekonomi

Tingkat Literasi Keuangan Sulsel Masih 32,46%, Berpotensi Terjebak Investasi Bodong

Khusus wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), tingkat literasi keuangan masyarakatnya masih 32,46 persen.

REPRO TRIBUN-TIMUR.COM/SUKMAWATI IBRAHIM
Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Daerah, Ahmad Murad saat menjadi narasumber pada Webinar series OJK Regional 6 bertajuk Waspadai Penipuan Berkedok Investasi bersama Radio Smart FM via Zoom, Rabu (2142021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Daerah, Ahmad Murad mengatakan, aspek literasi keuangan masyarakat Indonesia masih menjadi perhatian berbagai pihak. 

Baik itu pemerintah maupun pelaku usaha jasa keuangan. 

Berdasarkan data OJK, hasil survey literasi keuangan tahun 2019, tingkat literasi keuangan secara nasional masih 38,03 persen. 

Khusus wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), tingkat literasi keuangan masyarakatnya masih 32,46 persen. 

Secara rinci, tingkat literasi masyarakat terhadap perbankan masih 36,12 persen, asuransi 19,40 persen, Pegadaian 17,81 persen, pembiayaan 15,17 persen, dana pensiun 14,13 persen dan pasar modal 4,92 persen. 

 “Rendahnya tingkat literasi keuangan di Sulsel ini menjadi salah satu penyebab masyarakat terjebak investasi bodong,” katanya saat menjadi narasumber pada Webinar series OJK Regional 6 bertajuk Waspadai Penipuan Berkedok Investasi bersama Radio Smart FM via Zoom, Rabu (21/4/2021). 

Sedangkan dari segi inklusi keuangan, menurut Ahmad Murad sudah cukup memuaskan dengan persentase 76,19 persen secara nasional.

“Masyarakat Sulsel yang memanfaatkan justru di atas nasional yakni, 86,90 persen,” ujarnya. 

Rinciannya, tingkat pemanfaatna perbankan sebesar 73,88 persen, asuransi 13,15  persen, pegadaian 12,38 persen, pembiayaan 14,56 persen, dana pensiun 6,18 persen dan pasar modal 1,55 persen. 

Bentuk Satgas Waspada Investasi Selain rendahnya literasi inklusi keuangan, lanjut Murad, pada prakteknya kegiatan investasi bodong ada yang dilakukan dengan modus di luar kewenangan OJK. 

Halaman
12
Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved