Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Puluhan Warga Teromu Luwu Timur Dilarikan ke Puskesmas, Sepulang Acara Pemakaman

Polsek Mangkutana telah melakukan iventarisir terkait puluhan warga Dusun Mangkutana, Desa Teromu diduga keracunan.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
Kapolsek Mangkutana, AKP Moh Jamal Ansar 

Diare infeksi terjadi akibat adanya paparan virus, bakteri, parasit atau jamur. 

Sedangkan diare non-infeksi disebabkan alergi makanan, intoleransi laktosa, peradangan saluran cerna, penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit batu empedu, penyakit pada kelenjar pankreas dan sejenisnya.

Penyakit diare bisa menular jika penyebabnya adalah infeksi virus, bakteri, atau parasit.

Cara penularannya adalah melalui feses penderita diare, akibat kontaminasi kuman-kuman tersebut.

Diberitakan, Kepala Puskesmas Mangkutana, Wa Ode Ferliani mengatakan, pasien mengeluh sakit perut.

Adapun dugaan pasien keracunan makanan,

Untuk memastikan hal tersebut, petugas medis Puskesmas Mangkutana terkendala sampel makanan.

Sampel makanan yang telah dikonsumsi pasien sudah tidak ada.

"Kalau mau pastikan dari makanannya itu harus lewat laboratorium tapi makanannya juga sudah tidak ada," kata Ferliani.

"Bisa jadi menu yang diolah tadi dari segi sanitasinya atau bahan makanan yang mereka olah belum terlalu matang," imbuh Wa Ode.

Informasi terkahir, sudah 20 orang yang sudah dirawat Puskesmas Mangkutana.

Sementara dua orang lainnya juga dirujuk ke RSUD I La Galigo.

"Pasien sudah dua puluh orang, dirujuk ke rumah sakit dua orang,"

"Sebagian dikasih obat sama dokter sudah pulang. Sebagian lagi masih dirawat di puskesmas," ujar Ferliani. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved