Tribun Mamuju

Penyintas Gempa di Mamuju Belum Terima Dana Tunggu Hunian

Penyitas gempa bumi di Mamuju, Sulbar, mempertanyakan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 500 ribu yang dijanjikan oleh pemerintah.

Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Salah seorang penyintas gempa bumi di Mamuju yang mempertanyakan DTH yang dijanjikan pemerintah 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Penyitas gempa bumi di Mamuju, Sulbar, mempertanyakan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 500 ribu yang dijanjikan oleh pemerintah.

DTH tersebut dijanjikan pemerintah melalui BNPB selama enam bulan dari Januari hingga Juni 2021.

Namun, tiga bulan pasca gempa bumi belum ada kejelasan.

Kebijakan tersebut sebagai alternatif ditiadakannya Hunian Sementara (Huntara) untuk para penyintas pasca gempa bumi 15 Januari lalu.

"Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan mau dicairkan dana itu oleh pemerintah,"kata salah seorang warga, Binanga, Mamuju, Nur Magfirah, Selasa(20/5/2021).

Kepala BPBD Mamuju, Muh Ali Rachman mengatakan, dana tersebut sudah dicairkan oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

"Transferan awal itu sebesar Rp 2 miliar untuk 1501 penerima, jadi baru setengah karena totalnya itu Rp 4 miliar lebih,"kata Ali Rachman, saat dikonfirmasi tribun timur.com.

Dia mengatakan, memang belum dicairkan karena idealnya dilakukan assesmen data penerima sebelum dilakukan pencairan.

"Tapi kendala adalah anggaran untuk teman-teman untuk bagian teknis lapangan yang akan melakukan assesmen belum ada, makanya sampai sekarang belum cair,"ujarnya.

Menurutnya, yang dilakukan saat ini untuk percepatan pencairan, yakni akan melakukan uji publik data yang sudah ada.

"Uji publik itu kami umumkan disetiap kelurahan ditempat data-data penerima itu, kalau tidak ada sanggahan selama 14 hari, yah kami akan langsung bayar sesusia data yang ada,"ucapnya.

"Dari pada menunggu lama proses assesmen tapi tidak ada kejelasannya, karena yang saya tahu anggaran untuk assesment belum ada," ujarnya.

Dia mengatakan, DTH tersebut hanya diperuntuhakan bagi penyintas yang rumahnya masuk kategori rusak berat.

"Jadi yang rusak ringan dan sedang tidak menerima DTH,"tuturnya.

Dikatakan, nantinya DTH tersebut akan dicairkan langsung ke rekening para penyintas gempa bumi.

"Jadi kita akan maksimalkan saja dulu untuk 3 bulan Janauri-Maret, karena transferan awalnya baru Rp 2 miliar,"tuturnya.(tribun-timur.com).

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved