Tribun Bulukumba

Protes Pembongkaran Median Jalan, Legislator PKS Bulukumba; DPRD dan Bupati Tak Sejalan Lagi

Kisruh pembongkaran pembatas atau median Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), berbuntut panjang.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa stakeholder terkait, Senin (19/4/2021) 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kisruh pembongkaran pembatas atau median Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), berbuntut panjang.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa stakeholder terkait, Senin (19/4/2021).

Seperti diantaranya Dinas Perhubungan, Bidang Aset, Asisten II Setkab Bulukumba, dan juga Dinas Pemukiman Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

RDP berjalan dengan alot, legislator tak terima pembongkaran median jalan tersebut dilakukan.

Mereka menilai pembongkaran median jalan tidak sesuai prosedur sebagaimana aset daerah.

DPRD juga mengaku kecewa lantaran mereka tak dilibatkan atau diinformasikan terkait pembongkaran itu.

Legislator PKS Bulukumba, Andi Muh Ahyar, bahkan menyebut DPRD dan Bupati Bulukumba tidak sejalan lagi.

"Kami (DPRD) dan bupati sudah tak sejalan lagi. Kalau begini prinsipnya, tidak bisa tercapai apa yang diinginkan. Miris hati saya, tidak ada kami gunanya di DPRD, tidak dihargai bupati," kata Andi Ahyar.

Legislator Nasdem Syarifuddin, menambahkan, bahwa Bulukumba bakal hancur jika hal seperti ini dibiarkan terjadi.

Tak ada lagi saling menghargai, saling mengingatkan, dan saling menghormati, selayaknya falsafah Bugis, yakni Sipakalebbi, Sipakainga, dan Sipakatau.

"Hancur Bulukumba kalau tidak ada lagi sipakebbi, sipakainga, sipakatau. Padahal dari dulu kita katakn, bahwa harus harmonis DPRD dan bupati," jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Aset, Awal Nurhadi, menjelaskan bahwa median jalan tersebut addalah kapitalisasi aset. 

Aset utama adalah jalan poros yang masuk dalam ruas Teko-Lajae.

Awal menceritakan, pertama ia mengaku sempat kaget terkait dengan pembongkaran itu.

Pasalnya, di median jalan juga ada lampu penerangan jalan, yang juga merupakan aset.

Namun, setelah pihaknya turun memantau lokasi, di lokasi tersebut tidak ada aset milik PUPR yang dirusak.

"Di lokasi tersebut tidak ada aset tercatat di dinas PUPR. Cuman dipindahkan ke lokasi. Dan ini tidak mempengaruhi neraca aset di PUPR," jelas Awal. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved