Penanganan Covid
Positif Rate Sulsel Masih di Atas 5%
Indikator yang sering digunakan untuk melihat densitas penyakit Covid-19 adalah Positifity Rate (PR)
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Indikator yang sering digunakan untuk melihat densitas penyakit Covid-19 adalah Positifity Rate (PR)
Untuk PR di Sulsel, periode Senin-Minggu (12-18/4/2021) di angka 10,18 persen.
PR tertinggi terjadi pada Minggu (18/4/2021) di angka 18,03 persen.
Terendah selama sepekan terjadi Jumat (16/4/2021) dengan 4,25 persen.
Artinya angka positif di antara seluruh sampel yang diperiksa, masih di atas standar WHO yakni 5 persen.
Begitu juga dengan positif aktif, Ini adalah jumlah seluruh kasus Covid-19 yang masih berstatus positif baik kasus baru maupun lama.
Khusus di Sulsel, pasien aktif pada Minggu (18/4/2021) di angka 618 pasien atau sekitar 1,01 persen.
Ketua Tim Konsultan Satgas Penanganan Covid-19 Prof Ridwan Amiruddin sebelumnya mengatakan, semakin banyak yang positif dari sampel yang diperiksa, berarti semakin tinggi laju insidensinya.
"Dalam konteks normal ini disebut prevalensi kasus. Kecepatan laju insidensi ditentukan oleh banyak faktor," ujar Ahli Epidemologi FKM Unhas itu.
"Pertama, kerentanan dan imunitas populasi. Kedua, pathogenitas dan virulensi agent dan ketiga dukungan ekologi atau lingkungan," lanjut Ridwan.
Menurutnya, terlepas dari berbagai intervensi yang telah di paparkan baik intervensi farmasi maupun non farmasi yang dikemas dalam program promosi kesehatan, dalam bentuk protokol kesehatan yang meliputi 5 M dan 3T.
Penguatan regulasi PSBB, PPKM Mikro dan yang lainnya. Kesemuanya memberi tekanan yang besar pada eksistensi Virus Sarcov 2.
"Berbagai indikator pengendalian Covid 19 menunjukkan capaian yang sangat bagus, termasuk di Sulsel diantaranya, angka kasus aktif yang semakin menurun hingga 1 persen, angka kesembuhan hingga 97 persen, (Nasional 90 persen) angka kematian 1,5 persen (Nasional 2,5 persen)," katanya.
Meski demikian indikator positivity rate masih berfluktuasi dari 5 persen-15 persen serta jumlah speciment masih dikisaran 0,6 per seribu populasi.
"Tentu ini tugas selanjutnya yang perlu penguatan dari aspek tracing dan testing yang agresiv dan massif," ujarnya.
Program 3T tidak boleh kendor dengan program vaksinasi. Karena masing masing berkontribusi yang cukup baik untuk mengontrol pertumbuhan Covid-19.
"Setiap Pemda diharapkan tetap mengalokasikan anggaran yang cukup untyk program yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap pengendalian Covid-19," ujarnya.
"Ciri programnya tentu pada yang pro poor, pro rakyat. Bukan program mercusuar yang bersifat peningkatan reputasi demu kekuasaan," jelasnya.
Laju Covid-19 di Sulsel Senin-Minggu (12-18/4/2021)
Tanggal/Jumlah Spesimen/Positif/Positif Rate
12 April/954/43/4,50%
13 April/843/94/11,10%
14 April/864/118/13,65%
15 April/641/93/14,5%
16 April/1.058/45/4,25%
17 April/669/35/5,23%
18 April/122/22/18,03%
Rerata Positif Rate: 10,18%.
Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribun-timur.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).