Breaking News:

Tribun Majene

ASN Majene Menolak Divaksin Covid Dapat Sanksi

Menurut Lukman banyak ASN yang tidak datang di lokasi pelaksanaan vaksinasi, padahal sudah dijadwalkan masing masing OPDnya.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Sejumlah ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Majene menjalani vaksinasi di ruang rapat Bupati 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat menyiapkan sanksi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menolak vaksinasi Covid 19.

Partisipasi ASN melakukan vaksin di Majene dinilai masih sangat minim. Angkatnya baru sekitar 14 persen dari total ASN yang memenuhi syarat vaksin.

"Sanksinya ada. Tapi belum sempat kita bicarakan seperti apa sanksinya. Namun pada intinya siapapun yang menghalangi atau menolak,  itu ada sanksinya, " kata Bupati Majene, Lukman.

Menurut Lukman banyak ASN yang tidak datang di lokasi pelaksanaan vaksinasi, padahal sudah dijadwalkan masing masing OPD-nya.

Oleh karena Lukman mengingatkan kepada seluruh ASN untuk ikut berperan aktif dalam mencegah penularan Covid.

Karena vaksinasi kata dia, salah satu upaya pemerintah menekan  penyebaran virus corona.

Lewat vaksin bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

"Kami imbau supaya mereka memprioritaskan kepentingan umum daripada kepetinga pribadi, " ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Majene melakukan upaya jemput bola vaksinasi bagi ASN di ruangan rapat Bupati Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (19/4/2021).

Sistem jemput bola diterapkan  sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid 19.

Musababnya, vaksinasi Covid 19 bagi ASN dilingkup Pemkab Majene sangat sepi peminat.

Hal itu disebabkan, banyak ASN yang menolak dan tidak mau hadir mengikuti vaksinasi di Puskesmas masing masing wilayah.

"Ada memang yang tidak mau, padahal harapan kami semua ASN yang sudah dijadwal OPD harus datang, " Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P ) Dinas Kesehatan Majene, Nasfah Rahim.

Nasfah menyampaikan penerima vaksin tidak perlu takut untuk di vaksin. Termasuk yang memiliki riwayat penyakit.

"Nanti dari hasil screening yang akan menentukan, apakah layak untuk di vaksin atau tidak, " tuturnya. 

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved