Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Ternyata Ini Penyebab Banjir yang Kerap Terjadi di Radda Luwu Utara

Banjir bandang yang terjadi di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Juli 2020 lalu masih menyisahkan persoalan

ist
Kondisi terkini rumah warga Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang terdampak banjir bandang pada Juli 2020 

TRIBUNLUTRA.COM, BAEBUNTA - Banjir bandang yang terjadi di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Juli 2020 lalu masih menyisahkan persoalan.

Banjir terjadi apabila hujan dengan intensitas tinggi akibat meluapnya Sungai Malino (Salu Malino) atau anak Sungai Radda.

Warga setempat, Bang Mus mengatakan, luapan air kerap terjadi lantaran permukaan sungai semakin dangkal.

"Hujan sedikit saja pasti banjir, karena permukaan sungai semakin tinggi dengan menumpuknya sedimen pasir dan lumpur," katanya.

Kondisi itu diperparah dengan banyaknya saluran air yang tertutup.

"Waktu banjir bandang semua saluran air tertutup, jadi air menumpuk dan meluap ke badan jalan," ujar dia.

Tokoh masyarakat setempat, M Azhal Arifin berharap pembangunan tanggul yang direncanakan pemerintah dapat segera terwujud.

Sebagai solusi dari penanganan banjir di Radda.

"Semoga pembangunan tanggul yang sudah direncanakan segera terealisasi," kata Azhal yang juga anggota DPRD Luwu Utara.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan, tahun ini akan dimulai pembangunan tanggul permanen di tiga sungai besar.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved