Breaking News:

Tribun Majene

Kisah Pilu Perempuan Malunda Cari Keberadaan Suami, Ditinggal Merantau Jadi ABK di Merauke

Cerita pilu Masdariah, seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Malunda, Majene, Sulbar, ditinggal suami merantau namun tak kunjung kembali.

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
Facebook Senandung Ria (Masdariah)
Foto anak Masdariah dengan suaminya Yuslianto. (sumber facebook Senandung Ria (Masdariah). 

Hampir dua hari bersama anaknya pasca gempa bumi tidak makan, minum pun susah didapatkan, akhirnya memutuskan meninggalkan pengungsian membawa anak-anaknya menuju Polman untuk ke rumah iparnya.

"Saya ikut ke mobil pick up, tapi malah diturunkan di daerah Tammerodo, saya diminta menumpangi mobil pete-pete hingga ke kota Majene karena khawatir anak-anak saya sakit di atas pick ditambah kondisi hujan,"katanya.

Setelah melanjutkan perjalanan, Masdariah dan anaknya sempat singgah di Kota Majene di rumah seorang ibu-ibu yang dia kenalannya.

"Ada orang tolong saya, kami dikasi makan, tapi itu malam mereka juga mengungsi karena rumahnya dekat laut, siangnya kami diantar ke terminal, akhirnya kami jalan dan tiba di Wonomulyo,"ucapnya.

Di Wonomulyo Polman, Masdariah terus berjalan bersama anaknya tanpa tujuan karena iparnya juga masih berada di Tubo Sendana, akhirnya seorang temannya mengarahkan untuk ke rumah singgah relawan Religi.

"Saya ditampung selama empat hari bersama anak, tapi saya juga malu untuk disana terus, akhirnya saya cari tempat pengungsian, kami diarahkan ke Stadion Polman, disana kami ditampung selama 10 hari sampai tanggal 28 Januari,"katanya.

Selama dipengungsian, berkali-kali dia mencoba menghubungi suaminya untuk memberi tahu kondisi mereka.

"Berkali-kali saya telpon untuk mengabari bahwa kami kena musibah gempa bumi, tapi tidak pernah aktif karena di tengah laut,"ucapnya.

Masdariah mengaku sempat bernafas lega, karena tanggal 21Januari 2021 nomor telpon suaminya sudah aktif.

"Ada istri TNI bantu saya telpon nomornya karena kalau saya yang telpon tidak bisa tembus seperti nomor saya diblokir, dia kasi tahu suami saya kalau gempa disini dan istri dan anaknya mengungsi, dia malah marah-marah katanya, kerena dikira penipu,"katanya.

"Sorenya itu menelpon dinomor saya, saya sedikit lega, kemudian saya minta dikirimi uang untuk bayar utang, saya bilang nanti saya mati punya utang, karena situasi sekarang tidak kita tahu, saya dijanji dikirimkan uang awal Februari,"sambungnya.

Setelah itu, lanjut Masdariah, suminya tak ada kabar lagi.

"Saya coba menghubungi melalui nakhoda kapal, dia malah marah karena katanya suami saya kabur dari kapal bersama enam orang temannya dan sekarang tak tahu kemana. Saya diminta untuk mencari tahu informasi,"ujarnya.

Katanya, lanjut Masdariah, suaminya mau dipenjarakan karena kabur dari kapal, namun ia memohon karena sementara terkena musibah dan tidak ada yang menafkahi.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved