Breaking News:

Tribun Majene

Kisah Pilu Perempuan Malunda Cari Keberadaan Suami, Ditinggal Merantau Jadi ABK di Merauke

Cerita pilu Masdariah, seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Malunda, Majene, Sulbar, ditinggal suami merantau namun tak kunjung kembali.

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
Facebook Senandung Ria (Masdariah)
Foto anak Masdariah dengan suaminya Yuslianto. (sumber facebook Senandung Ria (Masdariah). 

Kesedihan Masdariah ditumpahkan lewat akun media sosialnya. Karena mengaku sudah tak dapat berbuat apa-apa lagi sementara kebutuhan hidup sehari-hari mendesak. 

"Suamiku, dimana pun kamu berada ku slalu berdo'a semoga sehat slalu. Seandainya kau sudah dapat kan pengganti diriku maka demi Allla saya ikhlas dunia akhirat asalkan masih ingat dengan anak-anak kita yang masih kecil & sangat butuhkan dirimu, kami butuh biaya hidup sehari-hari & saya tidak menuntut berapa banyak, tapi asal kami masih bisa makan untuk menyambung hidup,"tulis Masdariah di akun facebooknya Senandung Ria.

"Siapa pun yang liat postingan ini, mohon bantuannya untuk dishare siapa tahu dari kalian, saya dapat info suamiku,"sambungnyan.

Tangis Masdariah pecah saat menceritakan bagaimana hidup bersama tiga anaknya saat terjadi gempa bumi di Malunda pada 15 Januari 2021. 

Hampir dua hari bersama anaknya pasca gempa bumi tidak makan, minum pun susah didapatkan, akhirnya memutuskan meninggalkan pengungsian membawa anak-anaknya menuju Polman untuk ke rumah iparnya.

"Saya ikut ke mobil pick up, tapi malah diturunkan di daerah Tammerodo, saya diminta menumpangi mobil pete-pete hingga ke kota Majene karena khawatir anak-anak saya sakit di atas pick ditambah kondisi hujan,"katanya.

Setelah melanjutkan perjalanan, Masdariah dan anaknya sempat singgah di Kota Majene di rumah seorang ibu-ibu yang dia kenalannya.

"Ada orang tolong saya, kami dikasi makan, tapi itu malam mereka juga mengungsi karena rumahnya dekat laut, siangnya kami diantar ke terminal, akhirnya kami jalan dan tiba di Wonomulyo,"ucapnya.

Di Wonomulyo Polman, Masdariah terus berjalan bersama anaknya tanpa tujuan karena iparnya juga masih berada di Tubo Sendana, akhirnya seorang temannya mengarahkan untuk ke rumah singgah relawan Religi.

"Saya ditampung selama empat hari bersama anak, tapi saya juga malu untuk disana terus, akhirnya saya cari tempat pengungsian, kami diarahkan ke Stadion Polman, disana kami ditampung selama 10 hari sampai tanggal 28 Januari,"katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved