Breaking News:

Tribun Mamasa

Proyek Pasar Rakyat Mamasa Mangkrak, Kadis Koperindag: Besok Kami Dipanggil Kejaksaan

Pembangunan pasar yang menelan biaya Rp 5,4 miliar bersumber dari APBN tahun 2019 itu, dianggap sarat  korupsi.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Imam Wahyudi
Proyek Pasar Rakyat Mamasa Mangkrak, Kadis Koperindag: Besok Kami Dipanggil Kejaksaan
TRIBUN TIMUR/SEMUEL
Pembangunan Pasar Lakahang, Kecamatan Tabulahan, Mamasa, mangkrak.

"Yang saya tahu, pekerjaan itu putus kontrak, alasannya karena masa kontraknya berakhir," kata Petrus To'tuan, Kamis (15/4/2021) sore tadi.

Adapun lanjut dia, setelah pekerjaan itu diputus, sisa anggaran yang seharusnya digunakan untuk penyelesaian pembangunan pasar itu, dikembalikan ke kas negara.

"Katanya sisanya dikembalikan ke kas negara," ujar Petrus To'tuan.

Senada hal itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mamasa, Tokar, mengatakan tidak banyak tahu soal pembangunan pasar itu.

Alasannya karena ia baru beberapa bulan menjabat sebagai pelaksana tugas di dinas itu, sementara kepala dinas yang menjabat saat itu yakni Yahyadin Karim.

"Saya baru di sini, sedianya yang bisa memberikan keterangan itu PPK, tapi PPK lagi berduka," kata Tokar saat ditemui di kantornya malam tadi.

Tokar tak menampik bahwa apapun mengenai pekerjaan pembangunan pasar itu, baik saat perencanaan sampai pada pemutusan kontrak, ia tidak tahu.

Meski begitu, dia mengaku masih akan merampungkan data-data atau dokumen kontrak pekerjaan pasar tersebut.

"Kebetulan besok ada panggilan dari kejaksaan, jadi kami juga masih mengumpulkan data-data, termasuk berkoordinasi dengan pejabat lama," tuturnya.

Selaras dengan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Diskoperindag Mamasa, Syamsu Marlin, mengatakan, dalam persoalan itu, posisinya masih baru, kurang lebih satu bulan menjabat.

Dengan demikian, informasi terkait persoalan pembangunan pasar itu, diakuinya masih minim ia dapatkan.

"Bukan berarti kami mau lepas tangan, tetapi kami mau gali informasi lebih dalam dulu, sehingga kami tidak salah dalam menyampaikan informasi," pungkasnya.
 

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved