Breaking News:

Tribun Ramadan

Ini Besaran Zakat Fitrah 1442 H di Majene

Pemkab Majene bersama Badan Amil Zakat Nasional  menetapkan nilai kewajiban penunaian Zakat Fitrah tahun 1442 Hijriah

Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
Pemkab Majene
Rapat koordinasi penentuan nilai zakat fitrah yang dilaksanakan di ruang rapat Bupati Majene, Kamis (1542021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene bersama Badan Amil Zakat Nasional  menetapkan nilai kewajiban penunaian Zakat Fitrah tahun 1442 Hijriah / 2021 Masehi.

Nilai yang disepakati sama dengan tahun sebelumnya mengingat tidak ada pergerakan atau fluktuasi harga khususnya nilai emas yang berubah di tahun ini.

Untuk empat kategori diantaranya beras mandi/kepala berkualitas yakni 3,5 Liter atau Rp 30 Ribu, beras ciliwung/umum 3,5 liter atau Rp28 Ribu

Beras merah yakni 3,5 liter atau Rp 50ribu dan beras jagung/umbi-umbian 3,5 liter senilai Rp25 Ribu.

Keputusan besaran ini ditetapkan sesuai hasil rapat koordinasi penentuan nilai zakat fitrah yang dilaksanakan di ruang rapat  Bupati Majene, Kamis (15/4/2021).

Rapat tersebut  dipimpin langsung Bupati Majene di hadiri ketua Baznas Majene, Kepala Kemenag Majene.

Kemudian Ketua Majelis Ulama Majene, Kadis Koperindag Majene, Kabag Kesra, serta jajaran anggota Baznas Majene lainnya.

Bupati Majene Lukman berharap setelah penetapan dilakukan sebaiknya dilakukan sosialisasi kemasyarakat secepatnnya.

Menurutnya  masyarakat wajib zakat bisa membayar lebih awal sehingga distribusi ke penerima zakat bisa lebih cepat dilakukan.

"Kita mau penerima wajib zakat ini menerima lebih cepat, supaya bisa dimanfaatkan untuk keperluan lebaran, jangan pada saat detik detik Idul fitri baru dibagikan," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kemenag Majene Adnan Nota.

Menurutnya, meski secara fikih penyaluran zakat fitrah dimulai saat satu ramadhan hingga khotib menuju mimbar sholat idul Fitri,

namun ada  esensi dan nilai manfaat ke masyarakat kurang mampu dengan tujuan menggembirakan di hari Lebaran.

Penerima zakat masih memiliki waktu untuk membelanjakan hasil zakat yang ia terima untuk keperluan lebaran.

"Ini imbauan,substansi nya untuk menggembirakan fakir di hari lebaran, kalau diberikan diwaktu lebaran, mayarakat tidak sempat lagi menjual," tuturnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved