Reshuffle Menteri
Haedar Nashir atau Bambang Brodjonegoro Pengganti Nadiem Makarim Pimpin Kemendikbudristek?
Jika benar Nadiem Makarim diganti JOkowi, siapa yang layak gantikan? Bambang Brodjonegoro atau haedar Nashir?
TRIBUN-TIMUR.COM,- Berhembus kencang Mendikbud Nadiem Makarim akan diganti dalam waktu dekat.
Sejumlah nama mencuat menggenatikan Nadim Makarim.
Apalagi setelah peleburan Kemendikbud dan Kemenristek.
Menristek Bambang Brodjonegoro bahkan sudah pamitan dari kursi kementerian.
Nadiem Makarim belum ada keterangan hingga saat ini.
Sementara staf ahli KSP Ali Ngabalin memprediksi reshuffle menteri dilakukan Presiden Jokowi pekan ini.
Dan paling santer adalah Nadiem Makarim.
Bambang Brodjonegoro disebut cocok menggantikan nadiem Makarim.
Namun Bambang sudah pamit di kota Makassar.
Saat meresmikan Science Techno Park Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.
Bambang mengatakan kegiatannya hari itu merupakan kunjungan kerjanya yang terakhir sebagai Menristek.
"Kunjungan daerah pertama saya sebagai Menristek itu adalah ke Unhas, kunjungan daerah maksudnya. Waktu itu saya membuka joint working group meeting Indonesia-Prancis dalam bidang penelitian didampingi Rektor, dan hari ini mungkin akan kunjungan saya terakhir ke daerah sebagai Menristek," kata Bambang saat meresmikan Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Jumat (9/4/2021) dalam rilis Unhas.
Perjalan Karir Bambang Brodjonegoro
Bambang telah bergonta-ganti jabatan sebanyak tiga kali selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pada periode pertama Jokowi, ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan periode 27 Oktober 2014-27 Juli 2016.
Kemudian, ia menjabat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas sejak 27 Juli 2016 sampai 20 Oktober 2019.
Lalu ia menjabat sebagai Menristek/Kepala BRIN sejak 20 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju.
Sebelum menjadi Menteri Keuangan, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 3 Oktober 2013 sampai 20 Oktober 2014.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu pada periode sejak tahun 2011 sampai 2013.
Karir Bambang berawal di Universitas Indonesia (UI), sebagai pengajar atau dosen di Fakultas Ekonomi dengan keahlian ilmu regional dan ekonomi pembangunan.
Karir pria kelahiran 3 Oktober 1966 tersebut kemudian merangkak naik dari Kepala Program Studi, Ketua Jurusan, Dekan Fakultas Ekonomi, dan juga pernah menjabat sebagai Guru Besar Ekonomi UI.
Di samping itu, Bambang juga aktif mengikuti berbagai organisasi yang terkait dengan keahliannya.
Salah satunya adalah Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FE UI.
Saat masih menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro ikut menggawangi proses pencarian lokasi ibu kota baru, hingga memberikan rekomendasi kepada Presiden Jokowi di medio 2019.
Di bawah kepemimpinannya, Bappenas juga telah menyampaikan susunan rencana pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim), dari mulai rencana desain awal, perkiraan anggaran yang dibutuhkan, sampai tahap-tahap pembangunan.
Namun, sampai ibu kota baru belum dibangun, ia dipindahkan jabatannya sebagai Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dengan dileburnya Kemenristek ke Kemendikbud, BRIN dikabarkan akan berdiri sendiri.
Haedar Nashir Disebut Coock Gantikan Nadiem Makarim
Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis daftar menteri layak digantikan.
Dikutip dari KompasTV, data tersebut dirilis berdasarkan survei yang digelar pada 10 Maret hingga awal April 2021.
Survei yang melibatkan 1.200 responden tersebut, memiliki tingkat akursi data 97 persen dan margin eror 2,5 persen.
Setidaknya, ada 15 nama menteri yang dianggap layak diganti.
Dua di antaranya adalah Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.
Dan nama Haedar Nasir Ketua Umum Muhammadiyah disebut cocok gantikan Nadiem Makarim.
Bahkan di mesin pencarian google, Nadiem makarim diganti Haedar Nasir masuk dalam daftar penelusuran terbanyak.
Profil atau Biodata Haedar Nashir
Dikutip dari Wikipedia, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si lahir di Bandung, Jawa Barat, 25 Februari 1958.
Haedar Nashir adalah Ketua Umum Muhammadiyah terpilih periode 2015 - 2020.
Di internal Muhammadiyah, dan terutama di kalangan aktivis IMM, nama Haedar Nashir sudah sangat dikenal.
Ia pernah menjadi sekretaris ketika Ahmad Syafii Maarif menjabat ketua umum.
Sejak masih pelajar, Haedar sudah berkiprah di Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Ia juga menjadi Pimpinan Redaksi Majalah Suara Muhammadiyah dan membuat banyak tulisan tentang Muhammadiyah.
Bukunya yang berjudul “Muhammadiyah sebagai Gerakan Pembaharuan” menjadi salah satu karya yang sangat referensial.
Esai-esainya pun bisa dinikmati di rubrik “bingkai” Majalah Suara Muhammadiyah.
Muktamar ke-47 Muhammadiyah akhirnya memilih Haedar sebagai ketua Umum periode 2015-2020.
Dalam berbagai forum diskusi, namanya memang digadang-gadang bakal menggantikan Din Syamsuddin.
Selain Haedar, nama lain yang diperbincangkan adalah Abdul Mu’ti, Syafiq A. Mugni, dan Yunahar Ilyas.