Breaking News:

Jelang Pekan Olahraga Nasional, Seluruh Kontingen Hadapi 2 Tantangan Ini

Guna meminimalisasi kendala ini, tuan rumah akan memvaksinasi warga setempat dan melakukan “fogging” untuk memberantas penyakit malaria.

Editor: Ilham Mulyawan Indra
Handover
rapat Panitia Satuan Tugas (Satgas) PON XX/2021 Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (13/4/2021) 

Menurut Ariady, dalam pertemuan yang berlangsung ketat dan dihadiri langsung PB PON tersebut, Panitia Lokal Papua menyatakan kesiapannya melaksanakan PON XX. Kabupaten dan Kota tuan rumah pelaksanaan PON di Papua menyatakan kesiapannya menyukseskan pesta olahraga empat tahunan ini.

“Akomodasi lebih banyak non-hotel, seperti di asrama TNI, Polri, dan Sekolah. Panitia juga menyediakan hotel bintang tiga bagi kontingen,” ujar Ariady dikutip dari rilis KONI Sulsel, Selasa (13/4/2021).

Tuan rumah menyiapkan sarana transportasi dan akomodasi yang disesuaikan dengan lokasi pertandingan setiap kontingen. PON XX diperkirakan diikuti 9.000 atlet orang, namun pada saat pembukaan berlangsung peserta upacara setiap kontingen dibatasi dan diwwakili masing-masing 50 peserta.

Panitia juga menjamin lokasi akomodasi dan pertandingan dapat diakses paling lama 30 menit. Ketika tiba di Bandara Sentani Jayapura, seluruh kontingen akan langsung dipisahkan dari penumpang umum ke Landasan Udara TNI Angkatan Udara Sentani. Bandara. Bandara ini termasuk kelas 1A dan terletak 40 km dari Kota Jayapura.

“Papua tetap ingin pertandingan-pertandingan seluruh cabang olahraga PON XX dapat disaksikan dengan semeriah mungkin oleh penonton yang tentu saja sudah menjalani vaksinasi dan bebas Covid,” imbuh Ariady.

Berkaitan dengan kesehatan kontingen, tuan rumah menyiapkan sedikitnya 9.000 dokter, sementara dari segi keamanan disiapkan 6.000 personel pengamanan yang mayoritas TNI yang di bawah komando (BKO)-kan. Seluruh kontingen memiliki tenaga pengamanan dari unsur TNI Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

Prof. Andi Ihsan, dari Binpres Satgas PON XX Sulsel yang juga termasuk delegasi “CDM Meeting” mengatakan, kondisi faktual di Papua terbagi ke dalam empat klaster, yakni Kota Jayapura,

Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimima, dan Kabupaten Merauke. Di Kota Jayapura dipertandingkan 16 cabang olahraga (cabor) dan Sulsel mengikuti 13 cabur. Di Kabupaten Jayapura 14 cabor dan Sulsel mengikuti 11 cabur. Di Kabupaten Mimika 9 cabor, Sulsel mengikuti 7 cabor, dan di Merauke dipertandingkan 6 cabor dan Sulsel hanya mengikuti 3 cabor.

“Guna memudahkan mobilisasi kontingen dan menghindari kepdatan di Kota/Kabupaten Jayapura, pada saat kedatangan, para atlet sebaiknya langsung menuju klasternya masing-masing. Apalagi hanya tersedia satu ruas jalan antara ibu kota Kabupaten Jayapura dengan Kota Jayapura ,” Prof. Ihsan memesankan.

Pada PON XX/2021 Papua populasi jumlah atlet, pelatih, dan panitia bisa mencapai 19.000 orang. Akomodasi dan konsumsi para anggota kontingen ditanggung H-3 dan H+2, sehingga jika ada atlet/kontingen yang tiba lebih awal dari jadwal tersebut di luar tanggungan panitia setempat Pada klaster khusus panitia menyediakan transportasi dalam jumlah terbatas.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved