Breaking News:

Penyegelan Labissa Cafe

Terkait Kasus Kredit Fiktif, BMC Minta Pimpinan Bank Sulselbar Bulukumba juga Ditahan

Kasus kredit fiktif yang terjadi di Bank Sulselbar Cabang Bulukumba, terus diusut oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel).

ist
Direktur Bulukumba Monitoring Center (BMC), Firman Gani 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kasus kredit fiktif yang terjadi di Bank Sulselbar Cabang Bulukumba, terus diusut oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Sulsel, yakni Account Officer (AO) Bank Sulselbar, Reza.

Ia telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sulsel, sejak Kamis (8/4/2021) lalu, karena diduga merugikan negara mencapai Rp25 Miliar.

Hingga saat ini, baru Reza yang ditetapkan tersangka oleh kejati. Sejumlah barang bukti juga telah disita oleh Kejati, diantaranya merupakan aset tersangka Reza.

Sejumlah tanggapan muncul atas kasus ini.

Mereka menilai penetapan satu orang tersangka belum cukup, karena alur pencairan kredit dalam sebuah perbankan memiliki tingkatan.

Diantaranya melalui AO sebagai sales yang berhubungan dengan nasabah, Credit Officer (CO) yang melakukan verifikasi berkas dan survei terhadap calon nasabah, dan pimpinan yang melakukan persetujuan layak tidaknya calon nasabah diberi kredit.

Itu disampaikan oleh Direktur Bulukumba Monitoring Center (BMC), Firman Gani, Senin (12/4/2021).

Dia menilai, jika dugaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang terjadi di Bank Sulselbar Bulukumba, harusnya menjerat CO dan Pimpinan.

"Pengalaman saya dalam dunia kredit perbankan, alurnya sangat jelas. AO itu hanya sebagai pengumpul berkas yang diserahkan ke CO sebagai tahap verifikasi," jelas Firman.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved