Breaking News:

Kredit Fiktif Bank Sulselbar Bulukumba

Kejati Sulsel Sita Aset Milik Tersangka Kredit Fiktif Bank Sulselbar Bulukumba

Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel melakukan penggeledahan dan penyitaan Barang bukti (BB)

TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penggeledahan dan penyitaan Barang bukti (BB) dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang (TPPU). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penggeledahan dan penyitaan Barang bukti (BB) dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang (TPPU).

Terkait Pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) secara fiktif, oleh Bank SulSelBar Cabang Utama Bulukumba Tahun 2016 s/d 2021.

Diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 25 miliyar (dua puluh lima miliyar rupiah).

Benda yang berhasil disita berupa aset milik tersangka Iqbal Resa Ramadhan (IRR) dengan tindak pidana yang disangkakan kepadanya, berupa 1 (satu) unit Yamaha X Max, 1 (satu) unit Yamaha N Max, 1 (satu) unit Sepeda Motor CBR 250, 1 (satu) unit mobil pick up Grand Max, Bangunan Cafe, Carwash, Vape Store, Percetakan.

Salon dan 1 (satu) unit rumah yang merupakan hasil penggeledahan pada hari Sabtu dan Minggu (10 April 2021 dan 11 April 2021) di 2 (dua) lokasi yang berbeda, yaitu di Kabupaten Bulukumba dan Kota Makassar. 

"Barang bukti tersebut disita dari CEO Labissa Grup, dr. Ayu Yuandini, yang juga merupakan adik kandung dari Tersangka," Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Idil

Penyitaan terhadap Rumah dan Bangunan (benda tidak bergerak), dilakukan setelah diterimanya penetapan izin dari Ketua Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar.

"Adapun penyitaan terhadap benda bergerak berupa beberapa kendaraan, selanjutnya akan dimintakan persetujuan penyitaan kepada Ketua Pengadilan Tipikor, kepada Pengadilan Negeri Makassar," jelasnya

Terhadap aset Tersangka yang telah disita, nantinya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara pada proses selanjutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan Kejati Sulsel, Faik Wana Hamzah mengatakan, pencarian bukti serta aset tersangka tidak akan berhenti sampai disini saja.

Halaman
12
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved