Breaking News:

Guru Korban KKB

PGRI Kutuk Penembakan Dua Guru Asal Toraja di Papua: Ini Sungguh Biadab

Peristiwa penembakan dua guru asal Tana Toraja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, menuai kecaman dari Pengurus Besar PGRI

Editor: Muh. Irham
ist
Dua guru asal Toraja yang menjadi korban keganasan KKB di Papua, Oktavianus Rayo dan Yonathan Renden 

TRIBUNTIMUR.COM - Peristiwa penembakan dua guru asal Tana Toraja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, menuai kecaman dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Ketua Umum PB PGRI Prof Unifah Rosyidi sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang mengorbankan guru tersebut.

"Kami mengutuk keras atas penembakan yang menyebabkan tewasnya dua orang guru di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua dalam dua hari berturut-turut," kata Unifah melalui keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).

Beberapa guru di daerah konflik kembali menjadi korban kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata untuk ke sekian kalinya.

Unifah mengatakan guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang bertugas mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa. Sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya.

"Guru tidak sepatutnya ditembak. Dia bukan sosok berkonflik. Dia sosok pendidik anak-anak. Dia tidak terlibat atau termasuk kelompok kepentingan. Jadi siapapun harusnya menghormati. Kalau sampai guru itu ditembak, dibunuh, itu menurut kami biadab," ucap Unifah.

PGRI menyerukan agar negara hadir untuk melindungi keselamatan para guru yang bertugas di pedalaman yang saat ini tersulut konflik agar mereka mendapatkan kepastian jaminan keselamatan terhadap diri, dan keluarganya.

Apabila guru tersebut merasakan ketidakpastian akan jaminan keselamatan dalam menjalankan tugasnya. Maka pemerintah harus memfasilitasi agar mereka mendapatkan tempat tugas yang aman dan terlindungi.

"Guru harus dilindungi. Jangan sampai, kan di Papua, kekurangan guru. Jadi kami minta agar dilindungi dan pemerintah dan aparat keamanan memberikan jaminan kepada para guru," pungkas Unifah.

Sebelumnya, dilaporkan KKB pimpinan Sabinus Waker membakar sejumlah sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yaitu SD Jambul, SMPN 1, dan SMA 1 Beoga.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved