Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wajo

40 Rumah Rusak, Amran Mahmud Bawakan Tenda Korban Angin Kencang di Wajo

Bupati Wajo, Amran Mahmud menyambangi korban angin kencang di Kecamatan Sabbangparu, Sabtu (10/4/2021) malam.

Tayang:
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
ist
Pasca kejadian hujan deras dan angin kencang yang memporak-porandakan puluhan rumah di Kecamatan Sabbangparu, Bupati Wajo, Amran Mahmud menyambangi warga yang terdampak bencana itu, Sabtu (10/4/2021) malam 

TRIBUNWAJO.COM, SABBANGPARU - Bupati Wajo, Amran Mahmud menyambangi korban angin kencang di Kecamatan Sabbangparu, Sabtu (10/4/2021) malam.

Bencana angin kencang itu terjadi di Dusun Salotengnga, Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu.

Tercatat, setidaknya ada 40 rumah yang rusak. Kebanyakan, rumah panggung warga itu rusak di bagian atap hingga dinding.

Dengan rincian, 1 rumah rata dengan tanah atau kategori rusak berat, 9 rumah rusak sedang, dan 30 rumah rusak ringan.

Sebagian besar warga memilih bertahan di kediamannya, dengan memperbaiki rumahnya seadanya.

Mereka memilih tinggal untuk menjaga harta bendanya.

Beberapa warga yang memilih mengungsi ke rumah kerabatnya, sebab kerusakan akibat dihantam angin cukup berat.

"Kami turut prihatin dengan musibah ini. Semoga warga kita yang tertimpa musibah diberi kesabaran menghadapi cobaan," kata Amran Mahmud.

Dirinya yang baru saja melakukan perjalanan dinas dari Kota Makassar, membawa beberapa bantuan untuk masyarakat berupa tenda dan terpal.

Amran Mahmud juga mendengar keluhan warga, apa yang mereka butuhkan pasca bencana.

Selain itu, Amran Mahmud meminta aparat desa dan pemerintah kecamatan untuk melakukan pendataan lebih lengkap serta memperhatikan perkembangan terkini pasca bencana.

"Saya minta kepada Pak Camat dan Pak Desa agar bisa terus memantau dan melaporkan perkembangan dari musibah ini," katanya.

Menurut warga setempat, Erwan, kejadian hujan dan angin kencang tersebut berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita.

"Hujan deras dan angin kencang di Dusun Salotengnga tadi, jam 5 sore. Apalagi dekat dari Danau Tempe," katanya, kepada Tribun Timur.

Sejauh ini, belum ada bantuan dari pemerintah setempat buat warga yang terdampak bencana alam itu.

"Warga butuh terpal untuk berteduh, menghalangi hujan agar tak masuk ke rumah. Karena sebagian atap rumahnya terbawa angin," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved