Meryasti Tangke Padang Ditangkap

Rugikan Negara Rp 41 M, Berikut Perjalanan Kasus SPK Fiktif Bank Sulselbar Meryasti Tangkepadang

Terpidana korupsi KMK fiktif yang merugikan negara Rp 41 M di Bank BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu, Merry Yasti Tangkepadang ditangkap

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
Kasi Penkum Kejati Sulsel
DPO Terpidana Perkara Bank BPD Sulselbar, Cabang Pasangkayu Merry Yasti Tangkepadang, berhasil diamankan di Depok Jawa Barat, setelah buron selama 11 tahun 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Terpidana korupsi kredit modal kerja (KMK) fiktif yang merugikan negara Rp 41 miliar di Bank BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu, Merry Yasti Tangkepadang, diringkus Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejati Sulbar, Jumat (9/4/2021) pukul 21.30 WIB.

Merry Yasti Tangkepadang merupakan satu dari 18 terpidana korupsi berjamaah yang dilakukan pada tahun 2007 lalu.

Kasi Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin, Merry Yasti Tangkepadang, ditangkap di salah satu kamar kos daerah Depok, Jawa Barat.

"Terpidana berhasil ditangkap di daerah Depok, Jawa Barat, setelah menjadi buron selama 11 tahun,"kata Amiruddin kepada tribun.

Penangkapan dipimpin Asisten Intelejen Kejati Sulbar, Irvan Samosir.

Amiruddin mengatakan, terpidana tidak akan dibawa ke Mamuju, rencananya akan di tahan di Rutan Depok.

"Rencana mau dieksekusi di Rutan Depok, pertimbangannya karena sedang hamil 9 bulan,"jelasnya.

Menurut Amiruddin, terpidana sudah dibawa ke Kejari Depok sejak tadi malam, selanjutnya akan diserahkan ke Rutan Depok untuk menjalani sisa masa kurungan badan.

Dia mengungkapkan, buronan terpidana Merry Yasti Tangkepadang sudah lama diburu, sejak bulan Maret 2020.

"Pernah ketahuan berada di Mamuju, kemudian pindah ke Kota Palu,"ucapnya.

Setelah keberadaannya di kota Palu diketahui, Merry kembali pindah ke Kecamatan Doda, Kabupaten Poso.

"Pelariannya berakhir di Depok, tim Tabur sukses membekuknya tanpa perlawanan di salah satu kamar kos,"tuturnya.

Kronologi kasus, Berkomplot Rampok Bank Sulselbar di Pasangkayu

Sebanyak 18 orang divonis bersama-sama dalam Kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit dalam bentuk kredit modal kerja jasa konstruksi pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Selatan (Sulsel) cabang Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved