Breaking News:

Meryasti Tangke Padang Ditangkap

Kronologi Penangkapan Merry Yasti Tangkepadang, Buron SPK Fiktif Bank Sulselbar

Merry Yasti Tangkepadang diringkus tim Tangkap Buronan (Tabur) atau tim intelejen Kejati Sulbar setelah menjadi buron selama 11 tahun.

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
Kasi penkum Kejati Sulbar
Tim Tabur Kejati Sulbar saat mengamankan terpidana korupsi KMK pada Bank BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu ke Kejati Depok untuk usai ditangkap di rumahnya.(Kasi penkum Kejati Sulbar). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Merry Yasti Tangkepadang diringkus tim Tangkap Buronan (Tabur) atau tim intelejen Kejati Sulbar setelah menjadi buron selama 11 tahun.

Merry Yasti Tangkepadang merupakan salah satu terpidana korupsi dana kredit modal kerja (KMK) yang merugikan negara Rp 41 miliar di Bank BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu

Kasi Penkum Kejati Sulbar Amiruddin saat dikonfirmasi membenarkan peangkapan tersebut.

"Terpidana ditangka di daerah Depok, Jawa Barat, kemarin Jumat (9/4/2021) Tim tabur Kejati Sulbar,"kata Amiruddin via whatsapp, Sabtu (10/4/2021) pagi.

Pengkapan terpidana dipimpin Kajati Sulbar Johny Manurung didampingi Asisten Intelejen Irvan Samosir dibantu intelejen Kejari Depok.

"Terpidana yang selama ini menjadi DPO ditangkap tepat di Kecamatan Cisalak, di rumah terpidana,"ujarnya.

Tepat pukul 21.30 WIB, kata Amiruddin, tim berhasil membekuk dan menangkap terpidana di dalam rumahnya tanpa melakukan perlawanan.

"Tim Tabur Kejati Sulbar langsung membawa terpidana untuk diamankan sementara di Kantor Kejari Depok tadi malam,"jelasnya.

Dia mengatakan, buronan terpidana Merry Yasti Tangkepadang sudah lama dicari dan diburu oleh Tim Tabur Kejati Sulbar, sejak bulan Maret 2020.

"Namun selalu berhasil meloloskan diri, mulai dari Kabupaten Mamuju, Kota Palu, terpidana selalu melarikan diri hingga ke Kecamatan Doda, Kabupaten Poso. Namun hari ini tim Tabur sukses membekuk terpidana di Kota Depok Jawa Barat,"tuturnya.

Kajati Sulbar, Johny Manurung, menjelaskan dalam keterangan persnya, Merry Yanti Tangkepadang ditetapkan sebagai terpidana  korupsi KMK pada Bank BPD Sulselbar Pasangkayu berdasarkan Putusan MA No. 1556.K/Pidsus/2010 Tanggl 4 Oktober 2011.

"Dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun, denda Rp 200 juta subsidiair tiga bulan penjara dan uang pengganti Rp 150 juta subsidiair satu bulan penjara,"jelasnya.

Terpidana terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Penangkapan buronan merupakan pelaksanaan arah kebijakan dari Jaksa Agung RI kepada tim Tabur Kejati Sulbar sebagai bahagian dari penegakan hukum dan HAM dalam hal menuntaskan semua tunggakan eksekusi perkara pidana, baik pidana khusus maupun pidana umum,"tuturnya.

Setelah ditangkap, kata Johny, terpidana dibawa ke Kejari Depok untuk eksekusi badannya ke Rutan Depok mengingat kondisi DPO sedang dalam hamil sembilan bulan.(tribun-timur.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved