Breaking News:

Tribun Bulukumba

Kepala Pasar Sentral Bulukumba Diduga Pungli, Kadis Perdagangan Angkat Tangan

Dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Kepala Pasar Sentral Bulukumba, Amir, menjadi sorotan publik belakangan ini.

TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI ARISANDI
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Bulukumba, Munthasir Nawir 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Kepala Pasar Sentral Bulukumba, Amir, menjadi sorotan publik belakangan ini.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, bahkan telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengusut kasus ini.

RDP tersebut dilaksanakan di ruangan Komisi B, lantai dua Kantor DPRD Bulukumba, Kamis (8/4/2021) lalu.

Dalam RDP tersebut, salah seorang pedagang di Pasar Sentral Bulukumba, H Husain, menyampaikan, jika apa yang disampaikan kepala pasar sentral itu tidak benar.

"Jangan ajari saya bohong pak, saya ini sudah tua, katakanlah yang sebenarnya," kata Husain. 
Ia menjelaskan, jika saat itu dirinya diminta untuk membayar uang pagar sebesar Rp3 Juta. 
"Karena saya tidak memiliki uang sebesar Rp3 Juta saat itu maka saya diminta untuk di cicil sebesar 300 ribu perbulan," jelasnya. 

Amir sendiri membantah tudingan atas pungli yang telah terjadi di pasar sentral.
"Kami tidak melakukan pungli, kami hanya melakukan penagihan untuk pembayaran SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah)," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bulukumba, Munthasir Nawir, yang dikonfirmasi, mengaku tak tahu menahu mengenai hal tersebut.

Pasalnya, ia tak pernah memerintahkan kepala pasar atau siapa pun untuk meminta uang sebesar Rp3 juta.

"Saya juga heran, karena saya tidak pernah memerintahkan siapa pun, termasuk kepala pasar untuk meminta sumbangan pembangunan pagar sebesar Rp3 juta," kata Munthasir Nawir.

Menurut dia, pembangunan pagar telah dibahas di DPRD dan dianggarakan melalu Anggaran Pendapatan dam Belanja Daerah (APBD).

"Saya heran kan kita sama-sama tahu kalau (pembangunan pagar) ini dianggarkan melalui APBD," tambahnya.

Sekadar diketahui, Jumat (9/4/2021) malam, DPRD Bulukumba kembali melakukan reses di Pasar Sentral.

Mereka menemui para pedagang yang melakukan aktivitas bongkar muat di dalam pasar.

DPRD kembali mengkritisi proses bongkar muat, karena dinilai semrawut dan tidak teratur. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved