PSM Makassar
Cerita Ayah Dibalik Suksesnya Hilman Syah Gagalkan 2 Tendangan Pinalti PSIS Semarang
Kiper PSM Makassar, Hilman Syah menjadi bintang saat melawan PSIS Semarang pada Piala Menpora, Jumat (10/4/20201).
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kiper PSM Makassar, Hilman Syah menjadi bintang saat melawan PSIS Semarang pada Piala Menpora, Jumat (10/4/20201).
Hilman Syah menjadi bintang setelah menggagalkan dua tendangan pinalti pemain PSIS Semarang yaitu Pratama Arhan dan Hari Nur Yulianto.
Tim Juku Eja pun keluar sebagai pemenang sekaligus memastikan diri sebagai tim pertama yang lolos ke semi final dengan skor 4-2.
Keberhasilan itu tentu tidak lepas dari semangat dan dorongan semua pihak.
Utamanya publik Sulawesi Selatan yang mengelu-elukan kemenangan bagi tim kebanggaan PSM Makassar.
Namun dari itu semua. Ada doa yang tidak pernah henti terpanjatkan dari sosok orangtua para pemain.
Seperti yang diungkapkan Syahabuddin (50), ayah dari Hilman Syah.
Suksesnya Hilman menggagalkan dua tendangan pinalti pemain PSIS Semarang, rupanya telah diprediksi Pak Udin, sapaan Syahabuddin.
"Jadi sebelum main itu, saya sempat video call sama Hilman waktu masih di bus menuju stadion. Saya bilang, antisipasi itu Arhan sama Hari Nur.
"Alhamdulillah tendangan keduanya yang digagalkan," kata Syahabuddin saat bertandang ke Redaksi Tribun-Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Sabtu (10/4/2021) sore.
Pesan yang sama kata Syahabuddin, sempat ia sampaikan ke Hilman saat menang melawan Persija Jakarta di awal Piala Menpora.
Syahabuddin mengaku berpesan agar Hilman mengantisipasi gerakan dari penyerangan sayap Persija Rico Simanjuntak.
"Itu waktu lawan Persija, sama. Saya pesankan itu hari agar Hilman antisipasi betul ini gerakannya Rico yang cepat. Jadi pas Rico ngumpan ke Marko Simic, saya bilang itu hari langsung potong, dan itu dilakukan Hilman," ujarnya.
Selain itu, sang ayah juga menitipkan pesan ke putra pertamanya dari dua bersaudara itu, agar selalu taat beribadah.
"Tidak adaji persiapan khusus sebenarnya. Saya hanya selalu pesankan jangan tinggalkan salat lima waktu, sama tahajjud jelang subuh," beber warga asal Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, ini.