Breaking News:

Tribun Enrekang

Namanya Dicatut Pelaku Penipuan, Kapolres Enrekang: Sedang Diusut

Penipuan dengan modus meminta pelaku mentransfer sejumlah uang kembali terjadi di Enrekang. 

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ASIZ ALBAR
Kapolres Enrekang AKBP Dr Andi Sinjaya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal apalagi jika membawa nama salah satu Pejabat di Enrekang. 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG-Penipuan dengan modus meminta pelaku mentransfer sejumlah uang kembali terjadi di Enrekang. 

Dua Lembaga sosial menjadi korbannya yakni Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Cece dan Panti Asuhan Al Mukhlisin, Sudu. 

Kedua Lembaga Sosial ini berada di Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

Yang lebih parah, pelaku tak segan-segan mencatut nama salah seorang Pejabat di Enrekang, yakni Kapolres Enrekang AKBP Dr Andi Sinjaya.

Kapolsek Alla, Iptu Sainal Masing membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan korban. 

Namun kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Enrekang.

"Penanganan kasusnya dilimpahkan Ke Polres tanggal 30 Maret 2021 dan di tangani Unit Tipiter," kata Iptu Sainal Masing, Jumat (9/4/2021).

Sementara Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya yang namanya dimanfaatkan oleh pelaku penipuan mengimbau, masyarakat tak mudah percaya kepada orang tak dikenal apalagi jika meminta sesuatu.

Menurutnya, seharusnya sebelum melakukan tindakan, masyarakat harus mengecek dulu kebenaranya. 

"Dengan ada kejadian ini, saya imbau agar masyarakat jangan mudah percaya, apalagi kalau sampai melibatkan salah satu unsur Pejabat di Enrekang harusnya di cek dulu kebenaranya," ujar Andi Sinjaya

"Jadi jangan langsung percaya begitu saja apalagi sampai memberikan sesuatu Kepada pelaku," tambahnya.

Terkait masalah yang melibatkan namanya, Andi Sinjaya telah memerintahkan kepada Kasat Reskrim Polres Enrekang agar segera mengusut kasus ini.

"Jadi saya sudah perintahkan agar kasus ini segera ditangani. Tadi saya sudah minta Kasat Reskrim untuk mengusut kasus penipuan yang dialami oleh korban," pungkasnya.

Sesangkan Pimpinan Panti Asuhan Al Mukhlisin Hj. Timah dan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Baharuddin meminta agar pihak Kepolisian segera mengusut tuntas kejadian ini.

Karena menurutnya kalau Polisi serius menangani kasus ini, pasti akan ditemukan pelakunya karena saya sudah berikan semua bukti-buktinya.

Termasuk nomor hp dan nomor rekeningnya pelaku.

"Kalau uang saya sudah tidak berharap kembali. Tapi setidaknya tidak ada lagi korban sesudah ini. Cukup saya saja yang jadi korbannya. Semoga Yayasan yang lain tidak ada yang jadi korban lagi," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Baharuddin, salah satu Pimpinan Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Enrekang.

Dia berharap kasus ini tidak lagi memakan korban lain setelah ditangani pihak Berwajib.

"Saya berharap kasus ini segera ditangani dan semoga pelakunya segera diamankan. Saya khawatir ada korban lain jika ini tidak segera segera ditangani pihak Kepolisian". tutupnya. (tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, @whaiez

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved