Breaking News:

Tribun Bone

Jelang Ramadan, Stok Sapi di Bone Dipastikan Aman

Jelang Ramadan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah VI Makassar melakukan sidak stok kebutuhan sapi di Kabupaten Bone

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI ANWAR
Kepala Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar, Hilman Pujana 

Bagi pelaku usaha yang melakukan intervensi, kata dia, bisa dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Monopoli Usaha dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang telah diubah ke Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Bisa berupa sanksi dan denda. Kalau denda, bisa 10 persen dari persen dari pendapatan. Maksimalnya 30 persen dari keuntungan bersih," tegasnya.

Intinya ada denda administrasi yang bisa dikenakan kepada pelaku usaha yang sengaja bersepakat menahan pasokan dan menetapkan harga.

"Jadi tidak boleh itu menahan pasokan, tidak boleh berkumpul lalu menetapkan harga," ucapnya.

Hilman Pujana menyatakan belum menemukan adanya invisible hand.

"Kita masih melihat, khusus sapi, para supleyer masih berkompetisi di Bone. Kalau kita lihat grafik harganya, biasanya agak naik pas lebaran, setelah lebaran turun lagi, melandai," sebutnya.

"Ini indikasi bahwa saat bertahan di harga mahal akan terkoreksi dengan kompetitor," tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kedokteran Hewan Bone, Aris Handono menyebut lumbung sapi di Indonesia bagian timur adalah Bone.

"Data terakhir populasi sapi di Bone 457 ribu ekor sapi," sebutnya.

Untuk stok berkaca pada tahun lalu, jumlahnya yang di distribusi ke Makassar dan pulau Kalimantan sekira 25 ribu ekor.

"Tahun ini kami pastikan tidak di bawah 25 ribu ekor. Peternakan sapi bukan hanya di kota, tapi juga di Tanah Batue dan Mutiara," ucapnya.

Laporan Kontributor TribunBone.com, Kaswadi Anwar

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved