Breaking News:

Tribun Bantaeng

Warga Minta Solusi Abrasi, Kadis PUPR Bantaeng: Belum Ada Tanggapan dari Balai Pompengan

Warga pesisir pantai Kabupaten Bantaeng meminta solusi bencana abrasi yang terjadi beberapa waktu lalu.

TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Pemakaman di Dusun Bombong, Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukang 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Warga pesisir pantai Kabupaten Bantaeng meminta solusi bencana abrasi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Seperti yang terjadi di Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.

Sedikitnya sekitar 70 rumah rusak. Kemudian di wilayah yang sama juga merusak pemakaman, disebutkan banyak mayat hilang.

Olehnya itu, pemerintah Desa Biangkeke bersama warga meminta agar Pemerintah Kabupaten Bantaeng segera memberikan solusi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Andi Syafruddin Magau mengatakan, bahwa pihaknya telah mensurvei pemakaman yang terdampak abrasi.

"Terlalu panjang kita punya pantai, tetapi sudah mensurvei malah tahun lalu kita sudah usulkan ke Balai Besar Pompengan," kata Syafruddin Magau kepada TribunBantaeng.com, Rabu, (7/4/2021).

Dikatakan, hasil survei telah diserahkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang dan telah diusulkan agar wilayah itu dibuatkan pemecah ombak.

Bahkan, pihaknya telah mengusulkan pembuatan pemecah ombak sebanyak dua kali.

"Kita sudah dua tahun mengusulkan jadi sebanyak dua kali kita usulkan," ujarnya.

Dua usulan itu hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak Balai Pompengan. Terkait  waktu pengerjaan belum diketahui.

Halaman
1234
Penulis: Achmad Nasution
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved