Breaking News:

Penembakan Laskar FPI

Rocky Gerung Ajukan Pertanyaan Kenapa Penderitaan Habib Rizieq Begitu Panjang

Pengamat Politik Indonesia, Rocky Gerung menyampaikan beberapa pertanyaan Kenapa Habib Rizieq mesti 'dikerjain.

Tribunnews/Jeprima
Eks Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat menyapa pendukung dan simpatisan saat tiba di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020) Saat tiba, Rizieq menyampaikan orasi di hadapan massa pendukungnya untuk melakukan revolusi akhlak. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Pengamat Politik Indonesia, Rocky Gerung mengungkapkan pertanyaan ke publik.

“Kenapa Habib Rizieq mesti 'dikerjain', penderitaannya sedemikian panjang padahal kesalahannya kecil, kaitan itu orang akan baca,” katanya.

Habib Rizieq Shihab dituntut untuk dugaan pelanggaran protokol kesehatan atas kasus kerumunan Petamburan, kasus kerumunan Megamendung, dan kasus tes usap RS Ummi Bogor.  

Ia kembali mempertanyakan, mengapa seolah-olah ada upaya untuk menjebloskan Habib Rizieq dengan dalil memimpin organisasi menjadi sarang teroris.

“Ini kompleks pikiran yang mesti diurai yang nggak mungkin ditutupi hanya untuk menyelamatkan seorang petinggi di jajaran kepolisian,” kata Rocky Gerung dalam YouTube Rocky Gerung Official dikutip Tribun Timur, Kamis (8/4/2021).

Rocky pun menyinggung kasus kematian tersangka penembakan empat Laskar FPI, IPDA Elwira Priadi Zendrato.

“Kalau kasus unlawful killing (pembunuhan di luar hukum) digelar secara masuk akal maka akan tiba pada kesimpulan mendebarkan, kesimpulan mendebarkan ini yang kita tunggu,” katanya.

Menurutnya, ada pemeriksaan saksi mahkota.

“Kana da tiga disebutkan pelaku, maka tiba-tibanya harus dikroscek, tapi satu orang hilang. Prinsip Habeas Corpus tidak bisa dijalankan,” katanya.

Menurutnya, prinsip Habeas Corpus bisa dijalankan oleh jurnalis.

Baca juga: Unlawful Killing Laskar FPI Dianggap Pertarungan Reputasi Listyo Sigit dan Karier Fadil Imran

Baca juga: Sosok Komandan Pengejaran Laskar FPI AKBP Handik Zusen Tangkap John Kei dan Tembak Mati Penjahat

Kronologis Penyerangan Habib Rizieq Shihab dan Laskar FPI

Komnas HAM mengungkapkan empat dari enam anggota laskar FPI atau Front Pembela Islam dieksekusi mati oleh kepolisian sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Dalam laporan kronologis Komnas HAM bahwa empat anggota Laskar Khusus tersebut, kemudian ditembak mati di dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari Km 50 ke atas, menuju Polda Metro Jaya dengan informasi hanya dari petugas kepolisian semata,

bahwa terlebih dahulu telah terjadi upaya melawan petugas yang mengancam keselamatan diri sehingga diambil tindakan. 

Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam mengatakan, dalam rekomendasinya menyebutkan eksekusi mati dengan peluru tajam tersebut, sebagai bentuk unlawful killing, atau perampasan hak hidup dengan cara penegakan hukum yang berlebih-lebihan.

Anam menjelaskan, kronologi, dan runtutan singkat kejadian, merupakan hasil dari investigasi dan penyelidikan yang Komas HAM lakukan sejak Senin (7/12) lalu.

Dari seluruh rangkaian penyelidikan itu, Komnas HAM melibatkan banyak pihak.

Termasuk dari kepolisian, dan Jasa Marga pengelola jalan tol, serta permintaan keterangan dari DPP FPI yang ikut dalam rombongan HRS ke Karawang.(*)

Baca juga: Inilah Sosok Terduga Penembak Laskar FPI Elwira Priadi Zendrato Tewas Kecelakaan Tunggal

Baca juga: Mantan Kapolrestabes Makassar Brigjen Rusdi Hartono Ungkap Pembunuh Laskar FPI Tewas Kecelakaan

Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved