Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Pangkalan di Luwu Timur Jual LPG 3 Kg Melebihi HET Bakal Diberhentikan

Disdagkop-UKM Luwu Timur meminta pangkalan gas liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sudah diatur.

TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
Kabid Perdagangan Disdagkop-UKM Luwu Timur, Andi Tenriawaru 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Luwu Timur meminta pangkalan gas liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sudah diatur.

Kabid Perdagangan Disdagkop-UKM Luwu Timur, Andi Tenriawaru mengatakan pangkalan yang menjual diluar HET akan dikenakan sanksi.

Ada dua sanksi yang akan diberikan kepada pangkalan yang nakal atau tidak taat aturan.

Sanksi pertama yaitu pangkalan tidak akan memperoleh pasokan gas LPG 3 kilogram dalam waktu tak ditentukan.

"Sanksi kedua atau tergolong berat yaitu penghentian sebagai pangkalan," kata Andi Tenriawaru kepada TribunLutim.com di kantornya, Kamis (8/4/2021).

Andi Tenriawaru mengatakan penjualan gas LPG 3 kilogram di Luwu Timur mengacu pada peraturan gubernur (Pergub) nomor 11 tahun 2021 tentang HET.

Pergub ini berlaku berlaku 1 April 2021.

Dalam pergub tersebut dibagi dua zona untuk penerapan HET gas LPG 3 kilogram.

Zona 1 meliputi Kecamatan Burau, Wotu, Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana, Kalaena, Angkona dan Malili. HETnya Rp 20 ribu.

Zona 2 meliputi Kecamatan Wasuponda, Nuha dan Towuti, termasuk di daerah seberang Danau Towuti dan Mahalona atau daerah terpencil. HETnya Rp 22 ribu.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved