Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dulu F-16 TNI AU vs F-18 Hornet Terlibat Dog Fight, Kini Jet Tempur Amerika Terbang Rendah di Natuna

"Di perairan Natuna telah melintas pesawat tempur asing diperkirakan jenis F-18 Hornet" elas Kadispen AU dalam keterangannya.

Editor: Waode Nurmin
(Joshua Card / US NAVY / AFP)- Alex R. Lloyd/U.S. Air Force/
ILUSTRASI- jet tempur F/A-18C Hornet dan pesawat F-16 TNI AU 

TRIBUN-TIMUR.COM  - Sebuah video dimana Pesawat Tempur F-18 Hornet milik Amerika Serikat bermanuver dan terbang rendah di Perairan Natuna, ramai beredar.

Dilansir dari akun @infokomando,  pesawat temput militer F-18 Super Hornet itu melintas di atas penembangan minyak berbendera Indonesia di Perairan Natuna.

TNI-AU mengklarifikasi kejadian tersebut terjadi pada Selasa (6/4) sekitar pukul 16:15.

Menurut Kepala Dinas Penerangan AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Indan Gilang Buldansyah, bahwa pesawat melintas di luar wilayah teritorial Republik Indonesia.

Sebuah video dimana pesawat tempur F-18 Hornet milik Amerika Serikat bermanuver dan terbang rendah di Perairan Natuna, ramai beredar.
Sebuah video dimana pesawat tempur F-18 Hornet milik Amerika Serikat bermanuver dan terbang rendah di Perairan Natuna, ramai beredar. (twitter.com/Jatosin)

"Di perairan Natuna telah melintas pesawat tempur asing diperkirakan jenis F-18 Hornet, di atas FPSO (Floating, Production, Storage ans Offloading) Kakap Natuna yang dioperasikan oleh Perushaan minyak Indonesia dan berada di wilayah ZEE, sekitar 169 mile di sebelah Barat dari Kepulauan Natuna" Jelas Kadispen AU dalam keterangannya.

Hasil pemeriksaan sementara, pesawat tempur itu melintas di luar wilayah teritorial Indonesia. Namun, TNI AU masih terus melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut.

Namun kejadian ini mengingatkan kita dengan peristiwa Bawean tahun 2003 lalu.

Dikutip dari arsip harian Kompas, 4 Juli 2003, pesawat tempur F-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dipergoki oleh sebuah pesawat penumpang di atas utara pulau Bawean, Jawa Timur, Kamis (3/7/2003) sore.

Pilot pesawat penumpang kemudian melaporkan temuannya itu kepada menara Surabaya dan Jakarta.

Radar Bandar Udara Juanda maupun Soekarno Hatta secara bersamaan juga menangkap adanya kelima pesawat tempur tersebut di lokasi yang sama.

Sumber Kompas semalam mengungkapkan, kelima jet tempur AS yang berasal dari salah satu kapal induk yang sedang konvoi dengan sejumlah kapal perang di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) itu ketika berpapasan dengan pesawat penumpang tersebut sedang melakukan manuver dengan bebas di atas wilayah udara Republik Indonesia.

Menurut sumber itu terjadi sekitar pukul 15.00. Laporan yang diberikan pilot pesawat penumpang tersebut kemudian langsung disampaikan kepada Komandan Pertahanan Udara Nasional.

Ditambahkan, pihak TNI Angkatan Udara (AU) juga menangkap pergerakan pesawat-pesawat AL AS tersebut. Namun, belum jelas apakah ada pesawat yang dikirim oleh TNI AU ke Lokasi Bawean.

Sumber juga menyebutkan bahwa manuver jet-jet tempur F-18 itu berlangsung sekitar dua jam.

Namun, dia tidak bisa memberi keterangan macam apa manuver-manuver yang dilakukan oleh kelima Hornet yang sedang mengawal konvoi kapal perang AS tersebut.

Juga belum jelas ke wilayah mana konvoi itu sedang menuju. Namun kuat dugaan, kapal-kapal tersebut sedang menuju ke Timur Tengah, menuju perairan Irak.(ds) 

Sementara dilansir dari Instagram @infokomando, kala itu pesawat tempur F16 TNI AU terlibat dog fight dengan F18 US Navy dimana keduanya sudah saling serang dengan perangkat elektronika (Jamming) selama 3 menit di udara.

TNI AU Bakal Diperkuat 2 Skadron F-16 Viper, Versi Tercanggih dari Jet Tempur Fighting Falcon
TNI AU Bakal Diperkuat 2 Skadron F-16 Viper, Versi Tercanggih dari Jet Tempur Fighting Falcon (Alex R. Lloyd/U.S. Air Force)

Menurut pengakuan sang pilot TNI AU, saat itu situasi sangat menegangkan dan bisa saja terjadi saling tembak. Apalagi kedua pihak terus melakukan manuver-manuver ekstrem menghindari kuncian radar.

Hal itu kemudian dapat diredam setelah salah satu penerbang tempur TNI AU berinisiatif menggoyangkan sayapnya sebagai tanda keberadaannya tidak mengancam.

Akhirnya F18 US Navy merespon panggilan F16 TNI AU melalui radio komunikasi lalu pergi meninggalkan wilayah Indonesia menuju kapal induk USS Carl Vinson (CVN-70).

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved