Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bulukumba

Pemuda Kindang Bulukumba Berbagi Cara Menulis Cerpen

Pemuda Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar kegiatan sehari berbagi cerita tentang cerpen.

Tayang:
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
ist
Pemuda Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar kegiatan sehari berbagi cerita tentang cerpen 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, KINDANG - Pemuda Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar kegiatan sehari berbagi cerita tentang cerpen.

Kegiatan itu untuk meningkatkan kecintaan dan menumbuhkan budaya literasi ke pemuda-pemuda di Kecamatan Kindang.

Kegiatan itu dilaksanakan di Tanda Baca, Dusun Sapaya, Desa Kindang, Kecamatan Kindang.

Mereka menghadirkan narasumber yang merupakan warga asli Desa Kindang sendiri, Irhyl Makkatutu. 

Irhyl Makkatutu sendiri merupakan pendiri Ikatan Pemerhati Seni dan Sastra (IPASS).

Ia meminta pemuda di Desa Kindang untuk rajin membaca buku, karena dengan membaca bisa membuat pembendaharaan kata menjadi banyak.

"Untuk memulai menulis cerpen maka banyak membaca buku, jika mendapat kalimat asing dibuku tersebut sebaiknya ditandai lalu cari artinya digogle atau kamus," kata Irhyl, Rabu (7/4/2021).

Ia memaparkan, dalam menulis cerpen, harus diawali dengan mencari ide cerita yang menarik. 

Hal itu bertujuan agar orang tertarik untuk membaca.  

"Salah satu contoh ide menarik bisa ditulis seorang youtuber ingin buat prank, dengan menyimpan petasan ditempat keramaian, ternyata ada seseorang menganti petasan jadi bom," paparnya.

Langkah selanjutnya, sebelum menulis maka penulis harus membayangkan suatu kejadian sebagai inspirasi.

Ini bisa juga diawali menulis dari pengalaman sendiri. 

Yang tak kalah penting, dalam menulis harus menentukan karakter tokoh yang jelas.

Seperti ada tokoh antagonis dan pratagonis serta dialog.

Menurutnya, menulis cerpen itu tidak bisa selesai dalam sehari, namun butuh waktu berhari-hari.

"Hal yang membuat lama saat nulis cerpen yakni proses mengedit. Setelah mengedit selanjutnya menempatkan diri sebagai pembaca dan tulisan sebagai musuh," jelasnya. 

"Setelah karya sudah selesai maka cobalah mengirim tulisan ke koran. Namun ketika mengirim cerpen ke koran, maka penulis harus mencari tahu dulu karakter koran yang akan dituju. Dan harus mengecek persyaratan tulisan," tambahnya.

Ia memberikan trik, bahwa mengirim cerpen harus berkali-kali, jangan hanya sekali.

"Karena disinilah dibutuhkan kesabaran," pungkasnya.

Sekadar diketahui, selain merupakan pendiri IPASS, Irhyl juga merupakan penulis cerpen 'Lelaki, Gerimis dan Tetirah'. 

Karya cerpenya juga telah banyak terbit di media cetak, seperti salah satu cerpennya yang berjudul 'Tanya dan Lipa Sabbe'. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved