Breaking News:

Ingat Kasus Bahar Smith Injak-injak Kepala Sopir Online yang Antar Istrinya Belanja? Kronologinya

Saat itu, korban mengendarai Toyota Calya menjemput istri Bahar, Jigana Roqayah di kediamannya untuk berbelanja di Pasar Asemka, Jakarta Pusat.

Editor: Waode Nurmin
TRIBUN JABAR
Terdakwa Habib Bahar bin Smith menjalani sidang ketiga dalam kasus penganiayaan dua remaja di Kabupaten Bogor dengan agenda pembacaan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi kuasa hukum terdakwa, di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Rabu (6/3/2019). JPU meminta majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi Habib Bahar bin Smith. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Habib Bahar bin Smith alias Bahar Smith sempat melontarkan nada ancaman kepada Presiden RI Joko Widodo.

Ucapan bernada ancaman itu ketika dirinya diadili pada Kamis, 14 Maret 2019 silam, usai sidang yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).

Kala itu, nota eksepsi yang disampaikan pengacara Bahar Smith dianggap tidak beralasan oleh jaksa. 

"Permohonan nota keberatan yang disampaikan penasehat hukum tidak beralasan. Meminta majelis hakim menolak eksepsi dari penasehat hukum?" kata jaksa.

Jaksa juga memohon majelis hakim melanjutkan pemeriksaan terhadap Bahar dan terdakwa lainnya terkait kasus penganiayaan terhadap seorang remaja beberapa waktu lalu.

Usai persidangan, Bahar Smith yang keluar dengan pengawalan petugas keamanan sempat menyinggung Presiden Joko Widodo yang dinilainya tak adil dalam kasusnya.

"Tunggu saya keluar, ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya, akan dia rasakan," kata Bahar.

Disinggung soal putusan sela nanti, Bahar enggan menanggapi hal tersebut. "Serahkan saja," singkatnya.

Persidangan dugaan kasus penganiayaan ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda putusan sela.

Respons Polisi

Menanggapi ancaman Bahar, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo kala itu mengatakan, Polda Jawa Barat memberikan respons.

Ia mengutarakan akan mempelajari pernyataan Bahar bin Smith yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo yang dianggap tak adil dalam kasusnya.

Bahar saat ini tengah menjalani persidangan sebagai terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap dua remaja di Bogor, Jawa Barat.

Dedi mengatakan, polisi akan mengkaji apakah ucapan tersebut dapat dikategorikan sebagai ancaman untuk kepala negara atau tidak.

"Nanti dari Polda Jabar itu akan mempelajari apakah ucapan verbal seperti itu masuk dalam kategori ancaman, itu nanti yang akan dipelajari oleh Polda Jabar," ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

Meski demikian, lanjut Dedi, belum ada laporan yang masuk terkait ucapan Bahar tersebut. Sebelumnya, Bahar bin Smith menilai Presiden Jokowi bersikap tidak adil dalam kasus yang menjeratnya.

Hal itu ia ungkapkan usai sidang kasus dugaan penganiayaan dengan terdakwa Bahar bin Smith, di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).

"Tunggu saya keluar, ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya, akan dia rasakan," kata Bahar.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tak Biasa di Ruang Ber-AC, Habib Smith Kedinginan


Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved