Breaking News:

Tribun Sinjai

BPBD Sinjai Kesulitan Cari 3 Nelayan Desa Tongke-tongke yang Tenggelam di NTT

Sebab akses telkomunikasi sedang terputus di daerah tersebut pasca daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur

TRIBUN TIMUR/SAMSUL BAHRI
Keluarga korban nelayan tenggelam di Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai, Rabu (7/4/2021) 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI TIMUR - Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan sedang menemui kendala memberikan bantuan pertolongan kepada Anak Buah Kapal (ABK) KM Brasil yang tenggelam di perairan Kabupaten Sawu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (5/4/2021) lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Budiaman mengungkapkan bahwa saat ini sedang menemui kendala untuk melakukan koordinasi ke Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sawu Raijua.

Sebab akses telkomunikasi sedang terputus di daerah tersebut pasca daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dilanda banjir bandang.

" Kami sedang mengalami kendala untuk mengoordinasikan peristiwa ini ke Pemkab dan BPBD Kabupaten Sawu Raijua saat ini karena saluran telkomunikasi di daerah itu terputus saat ini," kata Budiaman saat menemui keluarga korban kapal tenggelam di Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai, sore tadi.

Mantan Kabag Humas Sinjai itu berharap agar jaringan telkomunikasi segera tersambung di daerah tersebut.

Ia juga berharap agar Basarnas di Makassar, Basarnas NTT dapat membantunya menemukan tiga nelayan tenggelam asal Desa Tongke-tongke.

Sebelumnya terdapat tiga kapal asal Desa Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai mengalami kecelakaan laut di wilayah perairan Kabupaten Sawu Raijua, Nusa Tenggara Timur pada 5 April lalu.

Ketiga kapal tersebut adalah KM Bulukamase, KM Cahaya Rezki dan KM Brasil sendiri.

Kapal tersebut dihantam ombak setinggi sekitar tujuh meter mengakibatkan kapal rusak dan tenggelam di Pulau Raijua.  

Ketiganya masing-masing berasal dari Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur.

Dari ke tiga kapal itu, total ABK dan nahkoda 13 orang. Dan 10 orang sudah ditemukan sementara dua orang ABK dan satu seorang nahkoda belum ditemukan.

Meski terkendala dengan terputusnya saluran komunikasi di pulau itu, Budiaman tetap berupaya dengan akses lain.

Budiaman juga meminta kepada nelayan di Sinjai yang ingin melaut tujuan Sinjai-NTT atau ke Pulau Jawa agar segera membatalkan rencana pelayarannya.

Sebab cuaca ekstrem masih melanda wilayah perairan Sinjai, Bira, Selayar dan NTT saat ini.

Sedang di wilayah daratan Sinjai masih dilanda cuaca ekstrem berupa angin kencang hingga malam ini.

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved