Breaking News:

Tribun Sinjai

BNK Sinjai Usul Tes Urine Calon Kepala Desa

Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sinjai mengajak aparat Pemkab Sinjai untuk memberantas penyalahgunaan narkoba

TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Bupati Sinjai menerima pengurus BNK Kabupaten Sinjai Kompol Syarifuddin dan Bulmawati di rumah Jabatan Bupati, Jl Persatuan Raya Sinjai, Selasa (642021) (ist) 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sinjai mengajak aparat Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk memberantas aksi narkoba di daerah itu.

Salah satu bentuk program untuk mencegah peredaran narkoba mereka yakni mengajak pemerintah di Sinjai untuk menguji tes urine kepada calon kepala desa yang akan maju pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun ini.

Rencana itu disampaikan langsung oleh Ketua Pelaksana Harian BNK Sinjai, Kompol Syarifuddin didampingi Sekretaris BNK Sinjai, Bulmawati ke Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Selasa (6/4/2021).

Kompol Syarifuddin, mengungkapkan bahwa kunjungan ini untuk mengajak pemerintah daerah bekerjasama dalam hal pemberantasan narkoba di Sinja.

Langkah itu dilakukan, kata Syarifuddin yang juga Wakapolres Sinjai ini, guna memperoleh pemimpin-pemimpin yang bebas dari barang haram seperti narkoba.

"Para calon nanti akan dilakukan pemeriksaan berupa tes urine supaya pemimpin yang dijaring betul-betul steril dari narkoba, sehingga bisa maksimal dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan ekonomi masyarakat", harapnya.

Program BNK Sinjai kedepan ini disambut baik Bupati ASA. Bahkan pihaknya mengaku bakal mendukung penuh ajakan kerjasama dan pelaksanaan program BNK Sinjai dalam Pilkades Serentak tahun 2021.

"Tentunya Pemda sangat mendukung program ini. Semoga kedepannya seluruh kepala desa yang ada di Kabupaten Sinjai betul-betul terbebas dari narkoba", jelas Bupati ASA.

Terlepas dari program tersebut, pemerintah daerah, ungkap Bupati ASA, berkomitmen untuk bersungguh-sungguh dalam membasmi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Sinjai.

"Karena kunci keberhasilan pemerintah daerah ada di pundak kepala desa", katanya.

Namun jika kepala desanya terlibat narkoba maka pembangunan di desa tidak bisa berjalan dengan baik karena karena psikologinya terganggu.

Di Kabupaten Sinjai terdapat beberapa kepala desa terlibat korupsi. Para kepala desa itu saat ini sedang menjalani proses hukum di Makassar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Kejaksaan Negeri Sinjai sebelumnya dana digunakan untuk berfoya-foya, dan sebagian ada yang tidak memahami regulasi. Sehingga merugikan negara dan masyarakat desa. 

Sekadar diketahui bahwa juga bahwa aksi warga konsumsi narkoba sudah sampai di desa-desa di Kabupaten Sinjai saat ini berdasarkan data yang diperoleh dari Satresnakoba Polres Sinjai. (*)

Laporan Wartawan Tribun Sinjai.Com, Syamsul Bahri

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved