Breaking News:

Tribun Bulukumba

Pegiat Anti Korupsi Minta KPK Turun Tangan Usut Aliran Dana BOK Dinkes Bulukumba

Pegiat anti korupsi di Kabupaten Bulukumba Arif Dinata, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), turun ke Bulukumba.

Dok Pribadi Arif Dinata
Pegiat Anti Korupsi Bulukumba, Arif Dinata 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pegiat anti korupsi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Arif Dinata, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), turun ke Bulukumba.

Dia meminta KPK untuk mengusut lebih jauh kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinkes Bulukumba tahun anggaran 2019.

Arif mengatakan, jumlah tersangka yang ditetapkan saat ini dinilai tidak logis, jika dibandingkan dengan jumlah saksi yang diperiksa yang mencapai ratusan orang.

Belum lagi jumlah kerugian negara yang ditemukan oleh BPK RI mencapai Rp13,4 miliar.

"Dalam proses pencairan (anggaran) ini kan tidak satu orang yang bertanda tangan. Ini pasti berjamaah, ini anggaran besar," kata Arif, Selasa (6/4/2021).

Seharusnya, polisi megusut hingga ke Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Bulukumba.

Karena proses pengajuan program hingga pencairan, selalu melampirkan laporan pertanggung jawaban (Lpj) sesuai dengan termin. 

Ia juga mengusut secara tuntas kemana saja aliran dana korupsi ini mengalir.

"Nah ini yang harus ditelusuri. Kalau polisi tidak mampu, ya KPK harus turun. Ini korupsi berjamaah, ada belasan miliar uang negara yang raib," tegas Arif.

Seebelumnya, kasus dugaan korupsi BOK Dinkes Bulukumba tahun anggaran 2019, sudah menyeret empat tersangka.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved