Breaking News:

Tribun Sinjai

Curhat Kepala BPBD Sinjai Budiaman, Sudah Setahun Pemprov Sulsel 'Cuekin' Permohonan Bantuan Bencana

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, belum merealisasikan permohonan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai.

ist
Kepala BPBD Sinjai Budiaman sedang berbincang dengan Ketua DPRD Sinjai Lukman Arsal soal pemulangan enam awak kapal tenggelam ke NTT, Selasa (2/2/2021) 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, belum merealisasikan permohonan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai.

BPBD Sinjai bermohon ke Pemprov Sulsel terkait dampak bencana sejak tahun 2019 dan 2020.

Dampak bencana yang dimaksud seperti banjir yang setiap tahunnya melanda Sinjai.

Banjir itu meredam sejumlah fasilitas pemerintah setiap tahunnya, baik kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kodim 1224 Sinjai, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai hingga kawasan kuliner Sinjai

Kepala BPBD Sinjai, Budiaman mengatakan, salah satu usulan yang disampaikan ke Pemprov Sulsel ialah pengendalian banjir saat musim hujan.

"Sejak akhir  tahun 2019 sampai dengan tahun 2020, kami telah mengajukan usul bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ujar Budiaman, Selasa (6/4/2021).

Selain itu, juga telah ditindaklanjuti dengan melakukan verifikasi lapangan sampai kemudian meminta dokumen detail Engineering Design (DED).

Namun sampai hari ini, belum mendapat kabar tentang realisasi dari proses rencana itu yang telah ia ajukan.

"Kami khawatir kerusakan yang telah diusulkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi akan bertambah parah," jelas Budiaman

Ia juga menegaskan perkataan Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/3/2021) lalu.

Pada kesempatan itu, kata Budiaman, Presiden Jokowi mengatakan kecepatan dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) pasca bencana amat dibutuhkan.

Ia menilai hal ini harus diperbaiki, jangan sampai penanganan pasca bencana itu molor dan meleset dari target sehingga rakyat terdampak musibah kecewa, katanya. 

"Jangan juga ditunggu lebih dari setahun belum nongol, apa yang sudah kita sampaikan dan janjikan," terang Budiaman.

Budiaman juga menyebut bahwa di Sunjai terdapat 15 desa yang daerahnya berpotensi mengalami bencana alam.

Karena itu ia mengharapkan para aparat dan masyarakat desa untuk ikut mempersiapkan hal-hal yang terkait bencana alam. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved