Breaking News:

Tribun Sinjai

Cuaca Ekstrem, Syahbandar Sinjai Stop Izin Berlayar

Pihak Syahbandar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menyetop pemberian izin berlayar bagi nelayan.

TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Nelayan menambatkan perahunya sambil membenahi di muara Sungai Baringeng, Kecamatan Sinjai Timur Senin (542021)SAMBA 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Pihak Syahbandar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menyetop pemberian izin berlayar bagi nelayan.

Pemberhentian sementara untuk tidak melayani izin berlayar nelayan tujuan Sinjai ke Pulau Jawa diakibatkan karena di wilayah perairan yang dilintasi nelayan mengalami cuaca ekstrem.

Jalur yang dilewati nelayan wilayah perairan Sinjai, Bira dan perairan Kepualauan Selayar dan Pulau Jawa.

"Sementara ini kami setop pelayanan pemberian izin kepada nelayan penongkol untuk tujuan Sinjai ke Pulau Jawa, ini karena cuaca ektrem di wilayah itu," kata Petugas Syahbandar Dinas Kelautan dan Perikanan Sinjai, Amal Akhsan, Selasa (6/4/2021).

Namun tetap meberikan izin bagi nelayan penongkol ikan yang melaut di Teluk Bone.

"Cuaca di perairan Teluk Bone masih aman untuk sementara waktu untuk berlayar mencari ikan," kata Amal Akhsan.

Sebelumnya juga Syahbandar Sinjai melarang nelayan nelayan asal Sinjai tujuan Nusa Tenggara Timur, Kupang untuk berlayar karena ketinggian gelombang dan angin kencang.

Terutama di wilayah Perairan Bira-Selayar ketinggian gelombang mencapai tiga meter. Sehingga tidak aman untuk dilalui untuk kapal nelayan.

Sejumlah nelayan di Kabupaten Sinjai tampak membenahi perahunya memanfaatkan waktu cuaca ekstrem tersebut.

Di sepanjang pesisir bagian Timur Sinjai ada puluhan perahu yang diparkir.

Ada yang memanfaatkan pantai sebagai tambatan perahu ada juga yang memanfaatkan muara sungai untuk area parkir.

Tujuannya agar perahu tidak terdampak gelombang tinggi dan dapat membenahi perahunya dari beberapa kerusakan kecil lainnya.

Atas terbatasnya nelayan yang melaut beberapa hari terakhir ini jumlah pedagang ikan di sejumlah pasar tradisional di Sinjai tampak berkurang.

Dan selain berkurang juga harga ikan laut mahal.

"Kalau pada pekan lalu kita beli ikan dengan harga Rp 10.000 per tujuh ekor menjadi Rp 20 ribu per lima ekor," kata Mirnawati salah seorang konsumen di Pasar Samaenre, Kecamatan Sinjai Selatan. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved