Breaking News:

TikTok

Apa Itu N Word di TikTok? Berikut Penjelasannya dan Jangan Sampai Kamu Ucapkan

Kata kunci apa itu N Word dan apa itu N Word di TikTok ramai dicari. Lantas apa itu N Word yang lagi ramai di TikTok?

TikTok
Logo TikTok. Kata kunci apa itu N Word di TikTok ramai dicari. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kata kunci apa itu N Word dan apa itu N Word di TikTok ramai dicari.

Lantas apa itu N Word yang lagi ramai di TikTok?

Berikut penjelasannya!

Dilansir Tribun-Timur.com dari Wikipedia, N Word adalah istilah untuk menggantikan kata Nigger (kadang disebut nigga).

Nigger dalam bahasa Inggris adalah istilah berkonotasi negatif dalam konteks menghina untuk mendeskripsikan orang Afrika-Amerika atau Orang kulit hitam secara umum.

Dalam bahasa Indonesia, istilah yang sering digunakan adalah Negro yang memiliki konotasi yang lebih netral.

Penggunaan istilah Nigger di Amerika Serikat dirasakan sebagai istilah yang rasis dan dapat menimbulkan kebencian bagi orang yang mendengarnya (orang yang dituju)

Dalam pergaulan sehari-hari antar sesama orang Afrika-Amerika, istilah ini sering digunakan sebagai tanda kedekatan (sama seperti istilah bro, coy, sis, dan bung di Indonesia).

Namun saat diucapkan oleh orang lain di luar komunitas, kata Nigger sering kali masih dianggap sangat menyinggung.

Jadi kesimpulannya, N Word merupakan istilah yang mengarah ke rasis dan akan menghina orang atau golongan/komunitas tertentu jika Kamu ucapakan atau tuliskan, terutama jika kamu tidak termasuk dalam golongan/komunitas tersebut.

Akan lebih baik jika Kamu tidak mengucapkannya, baik secara langsung ataupun mempostinganya di media sosial, demi menjaga perasaan orang lain atau golongan/komunitas lain.

Sejarah

Pada masa Tiga Belas Koloni, Perang Revolusi Amerika Serikat hingga sebelum masa pemerintahan Abraham Lincoln, ras kulit hitam dijadikan budak untuk memenuhi kebutuhan tentara perang maupun majikan.

Dan majikan memanggil mereka dengan sebutan Nigger atau Nigga yang kemungkinan budak tersebut dikirim dari Niger atau Nigeria karena saat itu masih terjadi Perdagangan Budak Atlantik. (Tribun-timur.com/Sakinah Sudin)

Editor: Sakinah Sudin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved