Breaking News:

Tribun Majene

75 Warga Majene Dilatih Buat Olahan Berbahan Cokelat

75 warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) mengikuti Pendidikan Lantihan (Diklat) membuat olahan cokeat

Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
Humas Pemkab Majene
Bupati Majene Lukman (tengah) membuka pendidikan latihan pembuatan olahan berbasis cokelat 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Sebanyak 75 warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) mengikuti Pendidikan Lantihan (Diklat) membuat olahan cokeat, Selasa (6/4/2021).

Pelatihan dilaksanakan di Aula B’ Nusabillah Majene. Mereka akan mengikuti pelatihan selama enam hari.

"Diklat mulai dilaksanakan sejak 4 April hingga 9 April 2021 mendatang," kata Bupati Majene Lukman.

Pendidikan latihan diadakan atas kerjasama  Badan Diklat Industri (BDI) Makassar

Menurut Lukman dengan kerjasama yang dibangun BDI dinilai sebagai langkah maju, pemikiran proaktif.

Pelatihan ini merupakan kesempatan yang baik bagi peserta di Majene.

Komoditas Coklat menjadi salah satu jenis makanan yang banyak diminati, apalagi kualitas coklat di Majene adalah kualitas Ekspor.

"Untuk itu dibutuhkan pelatihan agar kreatifitas dapat terasah dalam mengolah coklat dan menjadi makanan yang menarik dan menggugah selera," paparnya.

Ia berharap peserta memanfaatkan moment tersebut. Sehingga pada saat sel sai dari pelatihan ini para peserta bisa memiliki keahlian baru.

Dengan keahlian dimiliki kata mantan Wakil Bupati Majene bisa menjadi peluang mendapatkan pundi pundi uang dalam mengolah coklat lokal yang dikelolah.

Pelatihan itu lanjut Lukman, akan mendapatkan sertifikat dari BDI.

Dia berjanji bila  ada bantuan bagi UKM untuk pengusaha pengolahan coklat para peserta yang ikut pelatihan menjadi prioritas.

Sementara  Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BDI Makassar Agussalim menjelaskan pelatihan tersebut bertujuan agar peserta mampu memahami basic cooking, kitchen equipment.

Kemudian kesehatan keselamatan kerja (K3) dan mampu membuat makanan dan minuman dari coklat.

"Selain itu para peserta akan diuji secara kompetensi yang melibatkan Instruktur dan Widyaswara BDI Makassar dan praktisi UKM," tuturnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved