Breaking News:

Tribun Makassar

Dukung Program Makassar Recover, Lois Community dan TP PKK Gelar Donor Darah

Lois Community Indonesia menggelar donor darah di halaman Kantor Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Senin (5/4/2021).

TRIBUN-TIMUR.COM/DIWAN
Lois Community Indonesia menggelar donor darah di halaman Kantor Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Senin (5/4/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR - Lois Community Indonesia menggelar donor darah di halaman Kantor Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Senin (5/4/2021).

Kegiatan donor darah bekerjasama dengan TP PKK Kelurahan Batua, RT/RW Kelurahan Batua.

Ketua TP PKK Makassar, Indira Yusuf Ismail mengapresiasi kebersamaan Lois Community bersama masyarakat Kelurahan Batua untuk mendukung program Makassar Recover.

“Dengan kebersamaan dan doa kita semua, semoga pandemi Covid-19 segera berakhir. Darah yang didonorkan hari ini, tentu akan diberikan kepada saudara kita yang membutuhkan, sebagai wujud kepedulian kita,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum Lois Community Indonesia, Dewi Natalia, menyampaikan kegiatan donor kali ini menargetkan 150 relawan dari kader PKK, RT/RW, serta warga Kelurahan Batua Kecamatan Manggala.

Dalam pelaksanaannya, Lois Community tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Kita berharap kegiatan ini dapat mendukung program pemerintah Makassar Recover dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan, program ini berangkat dari pelajaran hidup setelah jutaan korban jiwa direnggut virus yang bermuasal dari Kota Wuhan, Tiongkok tersebut.

Ia pun berharap Makassar Recover mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar pandemi bisa dibasmi secara tuntas.

“Sudah siap tenaga medis dalam dua hari ini. Kita buka pendaftaran relawan sudah capai 5.000 orang. Ini menjadi bukti keseriusan kita untuk memutus rantai pandemi. Dan kita akan simulasikan dulu selama satu bulan sebelum benar-benar berjalan,” ujar Danny. 

Wali Kota yang baru masuk masa jabatan kedua ini optimistis jika program Makassar Recover itu hanya sampai akhir tahun, atau Desember 2021.

“Kalau lebih cepat berhasil, maka kita menghemat waktu. Misal September sudah selesai dengan sisa 10% penderita covid-19 di Makassar, maka kita akan hentikan. Kita tinggal lakukan pemerliharaan rutin sehingga bisa melakukan penghematan,” katanya.

Indikator untuk menentukan keberhasilan program itu sendiri, lanjut Danny, akan terlihat dalam sebuah aplikasi yang datanya bisa diperiksa setiap 14 hari oleh masyarakat.

“Jadi apakah dia menurun atau naik.Sehingga bukan hanya deteksinya saja, tapi suplemen gizi dan obatnya itu harus jalan bersamaan,” serunya.

Penulis: Muh. Abdiwan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved