Breaking News:

Tribun Wajo

Angin Kencang di Wajo, Satu Rumah Rusak

Satu rumah warga di BTN Pepabri, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo porak-poranda dilanda angin kencang.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Rumah warga di BTN Pepabri, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo rusak akibat hujan deras disertai angin kencang, Senin (5/4/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Hujan deras dan angin kencang kembali melanda Kabupaten Wajo, Senin (5/4/2021).

Menyebabkan satu rumah warga di BTN Pepabri, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, porak-poranda dilanda angin kencang.

Diketahui, rumah tersebut adalah milik Andi Jemma. Kejadian hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Wajo sejak pagi hingga siang hari tadi.

"Kami baru dapat informasinya kalau ada satu rumah yang rusak terdampak hujan deras dan angin kencang," kata Camat Tempe, Supardi.

Kerusakan terjadi di bagian atap rumah. Supardi menambahkan, masih menunggu data resmi dari setiap kelurahan untuk menginventarisir kerusakan yang ditimbulkan cuaca buruk ini.

"Kami sementara lakukan pendataan," katanya.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (3/4/2021) lalu, juga ada dua rumah rusak akibat hujan deras disertai angin kencang.

Rumah tersebut berada di Kelurahan Pattirosompe dan Kelurahan Atakkae.

"Kami sudah mengecek kondisinya, dan laporkan ke BPBD," sambung Supardi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Wajo, Andi Muslihin yang dikonfirmasi, belum memberikan tanggapan terkait kerusakan yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini.

Cuaca buruk belakangan melanda Kabupaten Wajo. Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya siklon tropis yang berkembang dari bibit siklon yang sudah dideteksi sejak 2 April lalu.

Diperkirakan, cuaca buruk bakalan berlangsung hingga 9 April 2021 mendatang.

Sementara itu berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak untuk potensi Banjir/Bandang dalam periode hingga tiga hari ke depan dengan kategori SIAGA berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, gelombang tinggi, dll) dan dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dll.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved